Bupati Malang Otak-atik Proyek Buku SD: Tersangka Suap dan Gratifikasi Rp 7 M

Akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penetapan Bupati Malang, Rendra Kresna, sebagai tersangka pasca

Bupati Malang Otak-atik Proyek Buku SD: Tersangka Suap dan Gratifikasi Rp 7 M
kompas.com
Bupati Malang, Rendra Kresna 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penetapan Bupati Malang, Rendra Kresna, sebagai tersangka pasca-penggeledahan di kantor dan rumah dinas Bupati Malang. Rendra Kresna dijerat dengan dua kasus, yakni penerimaan suap dan gratifikasi dengan total Rp 7 miliar.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan sekaligus menetapkan sejumlah tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/10).

Untuk kasus suap, Rendra Kresna diduga menerima suap sebesar Rp 3,45 miliar dari seorang swasta bernama Ali Murtopo. Penerimaan suap itu diduga berkaitan dengan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Karena itu, Ali Murtopo juga ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

"Tersangka RK (Rendra Kresna) diduga menerima suap dari tersangka AM (Ali Murtopo) sekitar Rp 3,45 miliar," ucap Saut.

Dari bukti yang ditemukan KPK, diduga Rendra Kresna yang telah dua kali terpilih menjadi Bupati Malang itu menerima suap itu untuk pembayaran utang saat kampanye periode keduanya, 2016-2021. "Setelah menjabat Bupati, dilakukan proses pengumpulan fee proyek di Kabupaten Malang untuk kebutuhan pembiayaan utang dana kampanye yang sudah dikeluarkan sebelumnya," beber Saut.

Untuk dugaan pengumpulan uang suap, Rendra Kresna dibantu oleh Ali Murtopo. Ali merupakan tim sukses Rendra saat kampanye Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Malang pada 2010.

Salah satu sasaran proyek yang 'dimainkan' oleh Rendra bersama Ali Murtopo dan kawan-kawan adalah proyek di Dinas Pendidikan yang saat itu mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Bidang Pendidikan di Tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013. Khususnya, proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

Dan Rendra bersama Ali Murtopo diduga mengatur proses lelang elektronik atau e-procurement sebagai modus untuk menyamarkan praktik suap dari pihak rekanan.

Atas perbuatannya, Rendra Kresna selaku penerima suap disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Ali Murtopo selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk kasus gratifikasi, Rendra Kresna selaku kepala daerah atau penyelenggara negara bersama-sama dengan seorang swasta bernama Eryk Armando Talla diduga telah menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp 3,55 miliar terkait sejumlah proyek yang dilaksanakan dinas Pemkab Malang. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved