Inilah Alasan Femmy Siram Suami dengan Minyak Panas hingga Tewas

Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Wibowo Sitepu mengatakan, Femmy Polii mengaku menyiram suami dengan minyak panas karena sering dipukuli.

Inilah Alasan Femmy Siram Suami dengan Minyak Panas hingga Tewas
Setelah dirawat selama 12 hari di rumah sakit Prot Kandou Malalayang, nyawa Steven Larumpaa (38) sudah tidak bisa tertolong lagi. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Di depan penyidik Polresta Manado, FR alias Femmy Ponii (28), warga Kecamatan Tuminting, Kota Manado, mengaku nekat menyiram suaminya, Steven Nanusi Larumpaa, hingga tewas karena ia sering dipukuli.

Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Wibowo Sitepu mengatakan, Femmy Ponii mengaku sakit hati terhadap sang suami.

Baca: 7 Fakta di Balik Istri Siram Suami Pakai Minyak Panas, Alasan Pelaku hingga Pesan Terakhir Korban

"Katanya sakit hati, karena setiap kali sang suami pulang dalam keadaan mabuk, ia selalu dipukuli. Jadi karena marah, akhirnya disiramlah suaminya dengan minyak kelapa panas," ujar Sitepu kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (12/10/2018).

Meski begitu, Femmy katanya tak berniat ingin menghabisi nyawa suaminya.

Baca: Korban Minyak Panas Maafkan Istri Jelang Ajal: Keduanya Sering Tampil Mesra

"Sebenarnya cuma mau kasih pelajaran saja, tapi entah kenapa minyak panas itu malah kena di bagian wajah," bebernya.

Saat ini Femmy sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik unit II Polresta Manado.

"Sudah ditahan dan sementara diproses kasusnya," tegas Sitepu.

Baca: Seperti Ini Kronologi Istri Siram Minyak Panas ke Suami hingga Tewas di Tuminting

Sebelumnya pada Minggu (28/9/2018) di Kelurahan Tumumpa Satu Kecamatan Tuminting terjadi kasus penganiayaan yang dilakukan seorang istri berinisial FR alias Femmy pada suaminya yakni Steven Nanusi Larumpaa (36).

Steven disiram oleh sang istri dengan minyak panas dan akhirnya dilarikan ke RS Sitty Mariam Tuminting. Namun karena keadaannya yang sudah parah korban dirujuk ke RSU Prof Kandou Malalayang.

Korban sempat dirawat 12 hari, sebelum akhirnya pada Selasa (9/10/2018) dinyatakan meninggal.

Pihak keluarga akhirnya memilih membawa kasus ini ke Polresta Manado setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help