(VIDEO) Siswa JIS Korban Pelecehan Seksual Jalani Terapi di Luar Negeri, Orangtua Gugat Rp 1,8 T

Tindak pidana pelecehan tersebut dilakukan oleh dua orang guru JIS dan petugas kebersihan yang bertugas membersihkan pekarangan sekolah.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siswa JIS Korban Pelecehan Seksual Jalani Terapi di Luar Negeri, Orangtua Gugat Rp 1,8 T

Orangtua korban kekerasan seksual di Jakarta International School (JIS) mengajukan gugatan dengan mengajukan tuntutan penggantian kerugian materi senilai 125 juta dolar Amerika atau setara Rp1,8 triliun.

Tuntutan tersebut dinilai masuk akal lantaran sang anak atau korban pelecehan kini dalam keadaan syok dan menjalani terapi di luar negeri.

Dilansir Tribun Video dari Wartakota, pihak-pihak yang digugat dalam perkara ini adalah Neil Bantleman, Ferdinant Michel alias Ferdinant Tjiong, Afrischa Styani alias Icha, Syahrial bin Nasrul Jaka, Virigiawan Amin alias Awan, Agun Iskandar alias Agun bin Nana, Zainal Abidin alias Ali Subrata, Yayasan Jakarta Intercurtural School, PT ISS Indonesia, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Beberapa tersangka pelaku kekerasan seksual memang telah divonis bersalah, tetapi para korban hingga kini masih menjalani perawatan fisik dan kejiwaan di luar negeri.

Hal tersebut dijelaskan oleh pengacara seorang korban, Tommy Sihotang, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Tommy mendampingi Theresia Pipit Widowati, orangtua korban yang menuntut secara perdata sejumlah pihak yang dianggap merugikan kliennya.

Penggugat juga menuntut agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencabut ijin JIS karena dianggap tidak dapat memberikan pendidikan secara layak.

Tindak pidana pelecehan tersebut dilakukan oleh dua orang guru JIS dan petugas kebersihan yang bertugas membersihkan pekarangan sekolah.

Tommy menambahkan, pengajuan gugatan ini tidak lain guna menuntut keadilan bagi korban tindak pidana pelecehan seksual tersebut.

"Dengan diajukannya gugatan ini, diharapkan pihak-pihak tersebut di atas dapat bertanggung jawab secara perdata dan segera melaksanakan kewajiban- kewajiban hukumnya terhadap korban tindak pidana pelecehan seksual tersebut," pungkas Tommy.

Sementara itu, sidang perdana yang harusnya digelar Kamis (11/10/2018), ditunda lantaran tidak semua tergugat hadir.

Sidang akan kembali digelar pada 1 November 2018 mendatang.

Simak videonya di atas!(Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Berita di tribunmanado.co.id ini sudah dimuat Tribun-Video dengan judul Siswa JIS Korban Pelecehan Seksual Syok dan Jalani Terapi di Luar Negeri, Orangtua Gugat Rp1,8 T

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved