Miftahul Pindah ke Catur: Usai Didiskualifikasi dari Judo

Atlet judo penyandang disabilitas, Miftahul Jannah mengatakan ke depannya ingin beralih ke cabang olahraga catur yang memang

Miftahul Pindah ke Catur: Usai Didiskualifikasi dari Judo
TribunNews
Miftahul Jannah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Atlet judo penyandang disabilitas, Miftahul Jannah mengatakan ke depannya ingin beralih ke cabang olahraga catur yang memang sudah sejak lama ia mainkan.

Pernyataan itu dikatakan Miftah terkait dirinya yang didiskualifikasi dari pertandingan judo Asian Para Games 2018 lantaran tidak ingin hijabnya dilepas.

"Miftah kenal catur sejak umur empat tahun, dikenalkan catur sama orang tua Miftah, mulai ikut turnamen catur diumur enam tahun, dan Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Hobi yang sangat miftah cintai yaitu catur, catur itu sudah bagikan sahabat Miftah, jadi miftah ingin mengabdi lagi ke catur," kata Miftah.

Saat ditanya mengenai jika peraturan judo ke depannya memperbolehkan seorang atlet judo mengenakan penutup kepala atau hijab, apakah Miftah akan kembali? Miftah pun mengatakan tidak ingin lagi. "Tidak, Miftah sudah berkomitmen untuk menjadi atlet catur meskipun banyak rintangannya," tegas Miftah.

Pernyataan Miftah pun didukung oleh Menpora Imam Nahrawi yang mengaku telah berbicara panjang lebar mengenai keinginan Miftah untuk tetap menjadi atlet.

"Semalam saya ketemu Miftahul Jannah jam 23.00 sampai jam 00.30. Kita bicara dari hati ke hati mendengar apa yang Miftah rasakan dan mendengar dari NPC, dari pelatih dari semua pihak. Dan Miftah mengatakan ia tetap ingin menjadi atlet untuk berusaha mewakili Indonesia, Miftah ingin menjadi atlet catur, blind chess," kata Menpora Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi menegaskan permasalahan judoka Miftahul Jannah yang tidak boleh bertanding di Asian Para Games lantaran mengenakan hijab adalah murni masalah olahraga. Menteri asal Bangkalan, Madura itu pun berharap agar permasalahan ini tidak disangkutpautkan ke isu-isu lainnya.

"Jangan dibawa kepada soal-soal di luar olahraga. Ini murni olahraga," tegas Menpora.
Meski demikian, Menpora mengaku akan terus mengawal permasalahan ini agar kedepannya Federasi Judo Internasional bisa memberikan ruang bagi judoka muslimah untuk bisa bermain.

"Ke depan kita minta federasi judo internasional agar lebih lentur. Bagaimana jilbab yang memungkinkan agar tidak menimbulkan bahaya dan cedera. didesain ulang karena cabor lain sudah ada seperti renang, taekwondo, wushu dana karate. Judo harus membuat terobosan. Undang desainer terbaik sehingga momen ini tidak terulang dikemudian hari," kata Menpora.

Sementara itu, mengenai permasalahan dirinya yang didiskualifikasi lantaran tidak sesuai dengan regulasi yang tak memperbolehkan mengenakan hijab, Miftah mengaku tidak kecewa karena apa yang ia lakukan adalah prinsip hidupnya. "Prinsip dan regulasi itu harus sama-sama dijalankan, harus saling dihormati," kata Miftah.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved