Daerah di Indonesia yang Gemar Cari Informasi Wisata di Internet

Lewat data Google, Januari 2017 sampai Juli 2018 pertumbuhan penelusuran wisata tidak hanya dilakukan oleh penduduk di kota-kota besar.

Daerah di Indonesia yang Gemar Cari Informasi Wisata di Internet
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Wisatawan mancanegara membawa barang bawaanya menuju bus setelah tiba di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/8/2018). Wisatawan, pekerja, dan warga dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal untuk diberangkat ke Kota Mataram pascagempa Lombok hari kedua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat Indonesia gemar menelusuri rekomendasi seputar wisata di dunia maya.

Lewat data Google, Januari 2017 sampai Juli 2018 pertumbuhan penelusuran wisata tidak hanya dilakukan oleh penduduk di kota-kota besar.

"Top cities seperti Jakarta, Bandung Surabaya, Medan memang paling tinggi untuk penelusuran wisata, tetapi untuk secondary cities pencarian wisata pertumbuhannya naik drastis dari tahun lalu," kata Industry Manager Travel Google Indonesia, Zulfi Rahardian di acara Media Briefing Tren Digital Travelling 2018 di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Zulfi memaparkan, pertumbuhan penelusuran wisata di kota-kota besar hanya naik 18 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk kota-kota seperti Pekanbaru, Padang, Bandar Lampung, Pontianak, Balikpapan, Solo, Malang, Badung (Kuta) naik sampai 48 persen.

Penelusuran wisata di Google oleh orang Indonesia umumnya berdasarkan tiga kategori yaitu atraksi wisata, kuliner lokal, dan tempat belanja lokal.

Destinasi dalam negeri yang paling banyak dicari adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Badung (Kuta, Bali), Malang, Semarang, Bogor, Medan, dan Bandung Barat (Lembang).

Sementara, Labuan Bajo, Malang, dan Sumba memiliki peningkatan jumlah penelusuran yang signifikan dari Januari 2017-Juli 2018.

Destinasi luar negeri yang paling banyak dicari adalah Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Tokyo, Hongkong, Dubai, Seoul, Sydney, Paris, dan Melbourne.

Zulfi juga menambahkan angka pencarian terkait wisata yang konsisten dapat mencerminkan ketertarikan masyarakat Indonesia untuk tetap pelesiran meskipun nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved