Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali Dikritik Kubu Prabowo, Dinilai Terlalu Mewah

Kubu Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik penyelenggaraan pertemuan tahuan IMF-World Bank

Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali Dikritik Kubu Prabowo, Dinilai Terlalu Mewah
Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers mengenai perekonomian Indonesia di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).   

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kubu Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik penyelenggaraan pertemuan tahuan IMF-World Bank atau International Monetary Fund and the World Bank (IMF-WB) Annual Meetings (AM) yang digelar 8-14 Oktober mendatang di Bali.

Tim ekonomi Prabowo-Sandi, Rizal Ramli mengatakan penyelenggara tersebut terlalu mewah karena menghabiskan anggaran hampir 70 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 800 miliar lebih.

Padahal, menurutnya penyelenggaraan konferensi seperti itu tidak lebih dari 10 juta dolar Amerika.

"Menyangkut sidang Bank Dunia di Bali memang dari segi biayanya luar biasa besar, 830 miliar, ada estimasi lain-lain mungkin lebih besar lagi. itu nyaris 70 juta USD. setahu saya ngadain konferensi internasional biasanya 10 juta dollar sudah hebat, mewah," kata Rizal dalam konferensi pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (5/10/2018).

Baca: Ramalan Zodiak Sabtu 6 Oktober 2018: Aquarius Melawan, Capricorn Tangguh Bersaing

Menurut Rizal, Indonesia hanya bertugas sebagai tuan rumah, yang menyediakan venue atau arena, konsumsi dan akomodasi.

Seharusnya pemerintah dapat melakukan penghematan penyelenggaraan tersebut.

"Pemerintah kan bisa menghemat misalnya menteri keuangan, bank-bank, supaya klien yang paling kaya pinjemin mobil dua minggu, pasti dikasih. jadi ada cara-cara untuk menghemat," katanya.

Menurut Rizal yang pernah menjabat sebagai menteri ekonomi tersebut, pesta kemewahan penyelenggara pertemuan IMF-WB tersebut sangat luar biasa.

Dari pengalaman mengikuti pertemuan tersebut, kata Rizal penyelenggaraan di Indonesia terlampau mewah.

"Saya kira tidak ada pesta bank dunia seperti ini di negara lain. biasa-biasa saja. bahkan kalau makan disediakan minuman, potato chips, snack. kagak ada tuh maka-makan, bayar sendiri kalau mau makan," katanya.

Halaman
12
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved