Puluhan Sopir Bentor Protes Larangan Parkir Dishub Kotamobagu

Sopir Bentor turun ke Jalan Raya Depan Pasar Serasi, Kota Kotamobagu, Jumat (5/10/2018), pukul 09.30 Wita.

Puluhan Sopir Bentor Protes Larangan Parkir Dishub Kotamobagu
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Sopir Bentor turun ke Jalan Raya Depan Pasar Serasi, Kota Kotamobagu, Jumat (5/10/2018) pukul 09.30 Wita. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Sopir Bentor turun ke Jalan Raya Depan Pasar Serasi, Kota Kotamobagu, Jumat (5/10/2018), pukul 09.30 Wita.

Mereka menyampaikan protes terhadap larangan yang dibuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kotamobagu yakni tidak boleh memarkirkan bentor di Depan Pasar Serasi melainkan diarahkan ke Dalam Terminal Serasi yang jaraknya sekitar 20 meter dari Pasar Serasi.

Menurut pengendara bentor hal itu merugikan mereka. Penumpang akan kesulitan mencari bentor untuk transportasi. Dengan demikian sopir bentor pun tak mendapat uang.

"Kenapa hanya kami sopir bentor di Depan Pasar Serasi yang dilarang parkir di sini. Sedangkan itu beberapa sopir bentor lainnya tidak," ujar seorang sopir bentor.

Kepala Dinas Perhubungan Nasli Paputungan dan Kepala Dinas Sat Pol PP dan Damkar Dolly Zulhadji langsung menemui sopir bentor untuk menampung aspirasi dan mencari jalan keluarnya.

"Kami menertibkan ini secara bertahap. Setelah disini tentunya kami juga akan menertibkan yang lain," ujar Kadishub Nasli Paputungan.

Nasli mengatakan apapun yang sudah diatur Dinas Perhubungan ini untuk kebaikan masyarakat. "Tidak ada niat kami menghalangi atau mempersulit sopir bentor. Niat kami untuk membuat jalan ini menjadi lancar dan nyaman," ujar Nasli.

Lanjut Nasli, hasil pembicaraan dengan sopir bentor untuk sementara ada dua alternatif untuk parkir. Yang pertama di Jalan Terminal Depan Pertokoan Eman dan kedua di dalam Terminal Serasi.

Sejumlah sopir bentor kepada Tribun Manado mengaku, tidak masalah mau diberikan tempat parkir dimana. Yang penting bisa dijangkau oleh penumpang.

"Menurut saya bagusnya di depan Pasar Serasi karena mempermudah penumpang. Namun jika Dishub akan menatanya. Saya juga siap. Dimana saja boleh yang penting penumpang bisa menjangkau," ujar
bapak Lulu (40) sopir bentor.

Fahril Kaingat (49) sopir bentor lainnya mengatakan hal senada.

"Apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah akan kami ikuti. Asalkan jangan mempersulit kami," ujar dia.

Rahman (43) sopir bentor Humas Asosiasi Pemilik dan Pengendara Bentor Kotamobagu Aspektor juga mengatakan hal demikian.

"Saya mengapresiasi apa yang dilaksanakan pemerintah. Kalau ditertibkan ikuti dulu. Memang perlu adanya pengaturan untuk jalan dan parkiran bentor," ujar dia.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved