Per Agustus, Bisnis Penjaminan Kredit Tumbuh 45,3%

Industri penjaminan kredit menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan di bulan Agustus ini. Outstanding kredit

Per Agustus, Bisnis Penjaminan Kredit Tumbuh 45,3%
tribunnews
kredit usaha rakyat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Industri penjaminan kredit menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan di bulan Agustus ini. Outstanding kredit yang dijamin pelaku bisnis penjaminan naik signifikan di bandingkan tahun lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Agustus 2018, jumlah outstanding kredit di industri penjaminan mencapai Rp 228,05 triliun. Jumlah tersebut naik 45,33% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, yakni
Rp 156,91 triliun.

Dari jumlah itu ada yang berasal dari penjaminan usaha produktif sebesar
Rp 134,23 triliun, sisanya non produktif sekitar Rp 93,82 triliun. Sedangkan jumlah terjamin mencapai 11,05 juta orang, naik dibandingkan tahun lalu yang tercatat 7,57 juta orang.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Dian Askin Hatta menilai, ada beberapa faktor yang membuat ada pertumbuhan bisnis penjaminan ini. Pertama, adanya penyaluran kredit perbankan yang kian deras. "Semakin tinggi penyaluran kredit perbankan maka semakin tinggi pula kebutuhan penjaminan," kata Dian.

Kedua, kondisi ekonomi dalam negeri yang terus berkembang juga membuat industri ini kian merekah. Ketiga, perusahaan penjaminan yang meluaskan bisnis hingga melayani jasa penjaminan lain seperti pengadaaan barang, kredit perusahaan financial technology (fintech) dan surety bond.

Keempat, industri penjaminan kredit juga merasakan kalau masyarakat kian mengenal industri penjaminan, makanya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga mulai melek pentingnya fasilitas penjaminan kredit.

Dian memproyeksi, bisnis penjaminan akan tumbuh 10% hingga 15% hingga akhir tahun 2018. Tingginya penjaminan kredit membuat juga kenaikan pembayaran klaim. Sampai dengan Agustus 2018 OJK mencatat, pembayaran klaim mencapai Rp 927 miliar atau naik 96,39% secara year on year (yoy).

Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Randi Anto yakin, bisa mencapai target volume penjaminan sebesar Rp 142,7 triliun di sisa tahun 2018. "Tetap berkolaborasi dengan fintech untuk penjaminan, di mana pertumbuhannya cukup menjanjikan," kata Randi.

Bisnis Jamkrindo juga didukung oleh tren penjaminan modal kerja dan kredit usaha rakyat (KUR) di perbankan. Termasuk pertumbuhan segmen kredit pemilikan rumah (KPR).

NPF Modal Ventura Menanjak

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved