Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran Menjadi Magnet Kredit Perbankan

Penyaluran kredit perbankan masih tetap deras. Walau ada ketakutan kredit bermasalah di tengah ekonomi yang masih melambat,

Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran Menjadi Magnet Kredit Perbankan
kontan
Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan masih tetap deras. Walau ada ketakutan kredit bermasalah di tengah ekonomi yang masih melambat, perbankan masih tetap mengejar target hingga akhir tahun.

Nah, di antara banyak industri yang mendapat aliran kredit perbankan ternyata dari sektor perdagangan, hotel dan restoran menjadi favorit sejumlah perbankan dalam menyalurkan kredit selama Agustus lalu. .

Catatan Bank Indonesia (BI) dalam analisis uang beredar menunjukkan sektor perdagangan hotel dan restoran (PHR) menyumbang setidaknya 20,74% dari total kredit perbankan. Sektor ini tercatat tumbuh sebesar 9,69% year on year (yoy) pada Agustus 2018 lalu.

Namun, tak seluruh bank menjadikan sektor ini sebagai andalannya. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) misalnya mengatakan, sektor perdagangan sampai dengan posisi bulan Agustus 2018 sudah naik sebesar Rp 1,8 triliun. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 6,21% yoy.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha melanjutkan, walaupun tak menjadi favorit perseroan, sektor perdagangan tetap mencatatkan pertumbuhan signifikan yaitu sebesar Rp 427 miliar per bulan alias 1,37% month on month (mom) rata-rata. "Sejauh ini realisasi kredit di Bank jatim secara yoy sampai dengan posisi Agustus 2018 sebesar 6,21% atau sebesar Rp 1,8 triliun," ungkapnya

Berbeda dengan Bank Jatim, PT BPD Sumatera Utara (Bank Sumut) menyebutkan total kredit ke sektor perdagangan per Agustus 2018 mencapai 17,12% dari total kredit. Sayang, Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Siregar enggan merinci besaran realisasi kredit ke sektor ini. Pun, menurutnya sektor perdagangan masih mencatatkan pertumbuhan walaupun terbilang stagnan.

Sementara dari sisi rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), Bank Sumut mencatatkan resiko cukup tinggi yaitu sebesar 4,82%. "Perdagangan khusus Sumut stabil dan NPL masih dalam batas normal. Kredit terbilang stabil juga," katanya.

Memilah Saham Pembagi Dividen

Pada Oktober ini, sejumlah emiten siap menebar dividen interim dari hasil laba pertengahan tahun. Setidaknya, ada tiga emiten dari grup Astra yang akan membayarkan dividen.

Mengutip pengumuman KSEI, Senin (1/10), Astra International (ASII) akan membagikan dividen interim Rp 60 per saham. Selanjutnya, Astra Agro Lestari (AALI) dan United Tractors (UNTR) menyiapkan dividen sebesar Rp 112 dan Rp 365 per saham.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved