Target Kredit Para Bankir Bisa Meleset: Bankir Optimistis Meraih Target

Kredit perbankan tidak akan terlalu deras hingga akhir tahun nanti. Para bankir akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit.

Target Kredit Para Bankir Bisa Meleset: Bankir Optimistis Meraih Target
tribunnews
Logo OJK 

Meski bergerak volatil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 3% sepanjang kuartal ketiga. Padahal, di awal Juli, indeks sempat terpuruk ke 5.633. IHSG sempat tertekan kekhawatiran krisis keuangan di negara berkembang dan perang dagang.

Tapi, di pengujung September, aktivitas mempercantik portofolio alias window dressing menopang IHSG kembali naik. Meski begitu, pada Oktober ini, pasar saham masih rentan terpapar sentimen dari eksternal.

Kepala riset BNI Sekuritas Norico Gaman mengatakan, IHSG masih akan fluktuatif di kuartal IV. Pelaku pasar tetap mewaspadai tensi perang dagang dan tren penguatan dollar AS. Dari dalam negeri, masih ada kekhawatiran fluktuasi rupiah, defisit neraca dagang, aliran dana asing, hingga sentimen politik.

Meski begitu, ketidakpastian di kuartal terakhir ini semakin berkurang. Dari global, kenaikan suku bunga The Federal Reserve cuma tersisa sekali lagi. Dari dalam negeri, pemerintah terus berupaya menjaga kurs rupiah, menekan defisit dan menambah cadangan devisa.

"Sehingga, risiko investasi di dalam negeri juga berkurang," papar Norico, Jumat (28/9).
Itu sebabnya, Norico melihat IHSG berpeluang menguat pada akhir tahun ini. Prediksinya, indeks melaju ke 6.500 pada pengujung 2018. Tahun depan, IHSG bisa mencapai 6.750-6.900.

Akumulasi beli

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, penurunan indeks sudah terbendung di triwulan ketiga. Bahkan, IHSG berhasil ditutup menguat pada September. "Uptrend 10 tahun tidak berubah, sehingga saya optimistis indeks akan lebih solid sampai akhir tahun nanti," papar dia.

Hingga akhir 2018, William memperkirakan, dana asing akan menopang IHSG. Target support ada di 5.850, sedangkan resistance mencapai 6.500. Lalu, pada awal tahun depan, dia yakin indeks bisa menyentuh 6.680.

Menurut Norico, fluktuasi pasar masih tinggi. investor disarankan menerapkan strategi investasi jangka panjang. Investor bisa mulai akumulasi beli saham-saham berfundamental bagus yang sudah turun tajam.

Sedang William merekomendasikan beli saham blue chip di sisa tahun ini. Dua sektor yang bisa dicermati yaitu perbankan dan konsumer. "Potensi kenaikannya paling besar saat ada window dressing," kata William.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved