2 WNA Aktivis Greenpeace yang Ditangkap dalam Pemeriksaan Imigrasi Bitung

Dua warga negara asing yang merupakan tim Greenpeace dalam melakukan aksi di PT MNS Bitung ditangkap dan dibawa ke kantor Imigrasi Bitung

2 WNA Aktivis Greenpeace yang Ditangkap dalam Pemeriksaan Imigrasi Bitung
Reza Pahlevi dan Aktivis Greenpeace 

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Dua warga negara asing yang merupakan tim Greenpeace dalam melakukan aksi di PT MNS Bitung ditangkap dan dibawa ke kantor Imigrasi Kelas II Bitung untuk diperiksa lebih lanjut.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Bitung Reza Pahlevi kepada Tribunmanado.co.id Rabu (26/9/2018).

Baca: Hingga September, 2.069 WNI Bikin Paspor di Imigrasi Bitung

"Dua warga negara asing yang ditangkap berasal Malaysia dan Australia. Yang bersangkutan adalah salah satu dari tim aktivis Greenpeace ditangkap dan di bawa ke kantor imigrasi. Saat ini yang bersangkutan sementara dalam pemeriksaan terkait kegiatan yang dilakukan yang bersangkutan," tambahnya.

Reza Pahlevi
Reza Pahlevi (TRIBUNMANADO/CHINTYA RANTUNG)

Greenpeace dan Boomerang Gelar Aksi Damai di PT MNS Bitung


Sebanyak 23 aktivis Greenpeace bersama empat personel grup band musik Boomerang melakukan aksi damai di Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (25/09/2018).

Mereka menduduki kapal penyuplai minyak sawit dan tangki timbun milik Wilmar, pedagang minyak sawit terbesar dunia.

Mereka menuding pihak perusahaan terlibat praktek perusakan hutan di Indonesia dan memasok sawit.

Salah satunya PT Multi Nabati Sulawesi (PT MNS) yang merupakan perusahaan kilang minyak sawit milik Wilmar di Bitung, Sulawesi Utara, menjadi target.

Baca: Imigrasi Bitung Sudah Deportasi 39 WNA Asal Filipina hingga September 2018

Karena mengolah minyak sawit dari produsen utama yang menghancurkan hutan di Kalimantan dan Papua.

Tim Greenpeace yang beraksi kali ini berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Perancis, Inggris dan Australia.

“Minyak Sawit yang diproduksi Wilmar ini telah terkontaminasi minyak sawit hasil dari praktik-praktik deforestasi di berbagai wilayah Indonesia termasuk di Papua. Kami mendesak Wilmar segera menepati janjinya dalam membersihkan rantai pasoknya dari para perusak hutan,” kata Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global untuk Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Chintya Rantung
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved