Penyaluran Kredit Konstruksi masih Menggeliat

Perbankan masih membukukan kinerja ciamik dalam penyaluran kredit sektor konstruksi. Kendati suku bunga tengah dalam tren

Penyaluran Kredit Konstruksi masih Menggeliat
kompas.com
Kalau inflasi 8 persen, maka dalam 5 tahun mendatang nilai propertinya akan menjadi sekitar Rp 660 juta. Penghitungan adalah inflasi 8 % x 3 x 5 x Rp 300 juta. Artinya, nilai tabungan Anda bukann berkurang, tetapi malah terus bertambah," ujar Marcell. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perbankan masih membukukan kinerja ciamik dalam penyaluran kredit sektor konstruksi. Kendati suku bunga tengah dalam tren meningkat di saat siklus ekonomi belum juga stabil, kredit konstruksi masih mencatatkan sejumlah peningkatan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mencatatkan pada bulan Juli 2018 lalu total kredit konstruksi mencapai Rp 282,39 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 18,56% dari posisi pada periode Juli 2018 sebesar Rp 238,16 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, sektor ini juga mencatat rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) yang cukup tinggi.

Per Juli 2018 posisi NPL sektor ini tercatat sebesar 4,33%. Apabila dibandingkan dengan posisi pada Juli 2018, NPL sektor konstruksi memang tercatat meningkat dari posisi 3,76% atau tumbuh 57 basis poin.

Oni Febrianto, Direktur Komersial BTN mengungkapkan secara persentase sampai dengan Agustus 2018 kredit konstruksi BTN sudah tumbuh di kisaran 10% sampai 15% secara year-on-year (yoy).

"Konstruksi saat ini tumbuh 10% sampai 15%, tantangan konstruksi saat ini terutama adanya model cash bertahap untuk kepemilikan rumah atau apartemen," katanya kepada KONTAN akhir pekan lalu.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja mengatakan penyaluran kredit konstruksi di awal tahun ini memang tumbuh relatif tinggi, mencapai dua digit. Namun, Parwati tidak merinci besaran pertumbuhan kredit konstruksi di OCBC NISP saat ini.

"Sektor konstruksi naik cukup baik pada semester I-2018. Proyeksi kami pada kuartal IV nanti pertumbuhan kredit konstruksi tidak lebih tinggi dibandingkan semester I 2018 lalu," tutur dia.

NPL kredit konstruksi di OCBC NISP masih terpantau stabil di level 1,5%. Angka tersebut tidak banyak bergerak dibanding dengan posisinya per akhir kuartal II-2018.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha menuturkan sampai dengan Agustus 2018 kredit konstruksi Bank Jatim baru tumbuh 4,57% secara year on year (yoy).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved