Bunga Kredit Berpeluang Naik Lagi

Suku bunga acuan di Indonesia berpotensi kembali naik mengikuti bunga acuan di Amerika Serikat (AS). The Fed kemungkinan besar

Bunga Kredit Berpeluang Naik Lagi
Kompas.com
Bank Indonesia 

Sementara mengintip catatan KONTAN, smelter mineral tanah jarang yang akan dioperasikan oleh PT Timah nanti, berkapasitas produksi 500 ton per tahun. Luas area smelter 110 hektare (ha) sedangkan biaya investasinya mencapai Rp 100 miliar.

Menurut hasil penelitian PT Timah, mineral tanah jarang bermafaat untuk bahan baku pembuatan komponen elektronik. Mulai dari layar LCD untuk televisi, layar komputer dan telepon pintar.

Makanya, perusahaan itu membidik ke negara-negara industri elektronik seperti Jepang dan Korea sebagai tujuan pemasaran kelak.

Selain itu, mineral tanah jarang ini juga bisa menghasilkan thorium. Thorium adalah bahan baku nuklir seperti urainium tapi dengan tingkat radiasi lebih rendah. Thorim juga bisa menjadi salah satu penghasil energi listrik.

Tak heran jika harga jual mineral tanah jarang menggiurkan. Manajemen PT Timah memperkirakan, harga jualnya di pasar saat ini mencapai US$ 70.000 per metrik ton atau sekitar tiga kali lipat lebih mahal ketimbang harga timah.

Namun perlu dicatat, kendala proyek smelter tanah jarang tak cuma perkara butuh penelitian panjang. Potensi kandungan thorium dalam mineral tanah jarang tadi, menyebabkan proses jual-belinya harus mendapatkan izin dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

"Jadi secara umum dapat dikatakan kami masih terkendala soal perizinan mengingat mineral ini juga dapat dijadikan bahan baku nuklir sehingga butuh perizinan sampai pengawasan khusus," beber Emil.

Kendala lain mengenai keekonomian produksi. Hingga kini PT Timah masih mencari metodologi yang sesuai demi menghasilkan produk bernilai ekonomi yang besar. Mereka mengaku, saat ini kandungan REE sudah mencapai sekitar 2%-5% dari 100% bijih timah.

Bank Indonesia
Bank Indonesia (kontan)

BI Sudah Beri Izin QR Code ke Perbankan

Bank Indonesia (BI) sudah menyetujui produk aplikasi berteknologi quick response (QR code) milik beberapa bank. Hal ini membuat bank semakin agresif mengejar pendapatan non bunga.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved