Iran Panggil Diplomat Inggris-Belanda-Denmark: Penyerangan Parade Militer

Terkait serangan parade militer yang menewaskan 29 orang pada Sabtu (22/9/2018), Iran memanggil diplomat dari Denmark

Iran Panggil Diplomat Inggris-Belanda-Denmark: Penyerangan Parade Militer
Kompas.com
Pemimpin Iran Hassan Rouhani 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TEHERAN – Terkait serangan parade militer yang menewaskan 29 orang pada Sabtu (22/9/2018), Iran memanggil diplomat dari Denmark, Belanda dan Inggris.

Menurut Iran, para duta besar tersebut mengetahui tentang protes kuat Iran atas ketiga negara mereka yang dianggap menjadi tuan rumah beberapa kelompok teroris yang melakukan serangan itu. AFP mewartakan pada Minggu (29/9/2018), kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan parade militer di kota Ahvaz, provinsi Khuzestan.

Melalui media propagandanya, Amaq, kelompok itu menginformasikan bahwa anggota ISIS telah menyerang pertemuan pasukan Iran di Ahvaz. Pejabat Iran juga menyalahkan “rezim asing” yang didukung oleh Amerika Serikat.

Presiden AS Hassan Rouhani
Presiden AS Hassan Rouhani (Aljazeera.com)

Iran meminta Denmark dan Belanda untuk mengekstradisi pelaku dan pendukungnya untuk diadili di negara Timur Tengah. “Ini tidak dapat diterima, Uni Eropa tidak memasukkan mereka dalam daftar hitam teroris selama mereka tidak melakukan kejahatan di tanah Eropa,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi.

Kepada Inggris, Iran memprotes siaran juru bicara kelompok teroris Al-Ahvazi yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui jaringan TV yang berbasis di London. Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan menanggapi peristiwa tersebut dengan keras.

Tentara militer telungkup saat terjadi serangan oleh kelompok gerilyawan ketika digelarnya parade militer di kota Ahvaz, Khuzestan, Iran, Sabtu (22/9/2018).
Tentara militer telungkup saat terjadi serangan oleh kelompok gerilyawan ketika digelarnya parade militer di kota Ahvaz, Khuzestan, Iran, Sabtu (22/9/2018). ((AFP / ALIREZA MOHAMMADI / ISNA))

“Kami tidak akan pernah menurunkan kemampuan pertahanan kami. Kami akan terus meningkatkannya dari hari ke hari,” kata Rouhani di parade militer. “Fakta bahwa misil membuat Anda geram adalah senjata kami yang paling efektif,” tambahnya, mengacu pada negara Barat.

SITE Intelligence Group, yang memonitor situs-situs kelompok ekstremis, melaporkan ISIS menyebut serangan itu sebagai tanggapan terhadap keterlibatan Iran dalam konflik di seluruh kawasan. (Tribun/kps)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved