Destinasi Pulau Lampu, Sepenggal Surga Yang Hilang

Pulau lampu yang terletak di ujung timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) adalah sepenggal surga yang hilang

Destinasi Pulau Lampu, Sepenggal Surga Yang Hilang
Ist/Ayub Mooduto
Pulau lampu yang terletak di ujung timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

MOLIBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pulau lampu yang terletak di ujung timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) adalah sepenggal surga yang hilang.

Itulah sebutan penikmat wisata untuk pulau berpasir putih bak tepung sagu yang terhampar luas di bibir pantai yang ditumbuhi pohon pandan hutan.

Pulau yang terletak berdekatan dengan Desa Posilagon, memiliki air laut yang bening jika dilihat dari kejauhan berwarna biru muda, karang-karang dan ikan-ikan kecil bisa terlihat jelas hingga kedalaman lima meter.

Pulau Lampu, di Bolsel
Pulau Lampu, di Bolsel (Ist)

Semilir angin yang sejuk, bunyi suara burung, dan gemercik air saat ikan melompat, adalah sebagian dari sejuta cerita tentang pulau Lampu kebanggaan warga Bolsel.

Untuk bertandang ke pulau tersebut memang cukup menantang sebab harus menempuh perjalanan laut menggunakan speed boat kurang lebih dua sampai tiga jam lamannya.

Namun rasa lelah tersebut akan terbayar ketika anda melihat keelokan dan keindahan pulau yang terbentang luas sebesar 3,5 hektar yang dikelilingi karang meja dan terompet tempat persembunyian berbagai jenis ikan.

“Menurut warga setempat pulau ini terdapat makam Belanda dari zaman penjajahan kompeni,” cerita Kepala Bidang (Kabid) Promosi Wisata (Promwis) di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Telfian Giputra Thanta, Senin (24/9) di sela-sela aktivitas kerjannya.

Di pulau yang menyajikan beribu ketenangan berdiri mercusuar yang berfungsi dan menandakan kepada para pelaut ada pulau didepannya ketika mereka sedang berlayar.

“Dulu pernah muncul cerita bahwa pulau ini menyimpa harta karun ada yang mencoba mencari barang-barang antik tersebut,” jelas Kabid.

Pulau yang menyimpan berbagai misteri, kerap dijadikan warga sebagai destinasi unggulan untuk berwisata. Bahkan sangat jarang melihat sampah plastik terdampar di pulau tersebut karena sering dibersihkan oleh berbagai komunitas termasuk pemuda gereja di dua desa berdekatan.

Bagi mereka yang penasaran dan ingin menikmati pesona pulau ini disarankan untuk menggunakan jalur laut, sebab jalur darat atau akses jalan menuju ke pulau ini. Anda harus berpindah menggunakan perahu dari Desa Dumagin kemudian melanjutkan perjalanan kurang lebih satu jam lamanya.

“Selain pulau lampu ada juga pulau Babi yang berdekatan, eksotis dan tidak kalah indah dengan pulau Lampu. Ayo berwisata ke Bolsel,” ajak Eping sapaan akrab untuk Kabid. 

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved