Cegah Kepunahan, Ilmuwan Kumpulkan Kotoran Badak

Demi kepentingan konservasi, para ilmuwan saat ini tengah mengumpulkan kotoran badak.

Cegah Kepunahan,  Ilmuwan Kumpulkan Kotoran Badak
Victoria, badak putih yang sedang hamil di Taman Safari San Diego di Escondido, California pada 17 Mei 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Demi kepentingan konservasi, para ilmuwan saat ini tengah mengumpulkan kotoran badak. Ini merupakan bagian dari inisiatif untuk membantu mencegah punahnya spesies yang sudah terancam.

Tim dari Kebun Binatang Chester dan Universitas Manchester menyebut kolaborasi ini sebagai "menyelamatkan spesies lewat kotoran".

Para peneliti sedang berupaya mengidentifikasi pertumbuhan populasi sejumlah hewan liar di Afrika, termasuk zebra gunung jenis Grevy dan Cape. Fokus utama mereka saat ini adalah badak hitam yang terancam punah.

"Apa yang telah lakukan dengan Universitas Manchester adalah mengembangkan piranti ini untuk memahami mengapa spesies seperti badak hitam mungkin tidak dapat berkembang biak dengan baik," kata Sue Walker, Kepala Ilmu Pengetahuan Praktis Kebun Binatang Chester.

"Dan jika kita dapat memahami hal itu maka kita dapat menyampaikan informasi tersebut kepada manajemen pusat konservasi untuk membuat keputusan yang mengubah cara mengelola tempat tersebut sehingga dapat meningkatkan reproduksi hewan".

Di laboratorium Kebun Binatang Chester para peneliti bereksperimen dengan metode non-invasif untuk mengumpulkan data.

Mereka menggunakan penanda bio-fisiologis, yakni kotoran hewan.

"Kami mencoba mengembangkan penanda bio-fisiologis lewat kotoran hewan agar kammi mengetahui bagaimana kondisi, kesehatan, apakah hewan itu stress atau tidak, juga apakah mereka sedang bereproduksi atau tidak," kata Danielle Gilroy seorang ahli di kebun binatang.

Tujuan inisiatif senilai 1,5 juta dolar ini adalah untuk mengembangkan strategi mempromosikan reproduksi alami.

"Kami mengumpulkan banyak sampel kotoran hewan di alam liar untuk mengetahui bagaimana keadaan hewan tersebut, termasuk kesehatan, sistem reproduksi, diet, tingkat stress, dan lainnya. Jadi sebenarnya kita memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi hewan dari sini," kata Profesor Susanne Shultz di Universitas Manchester.

Para peneliti berharap apa yang mereka pelajari dari hewan di penangkaran ini dapat diterapkan pada populasi liar.

Peningkatan tingkat kelahiran hewan sangat penting karena semakin besarnya ancaman perburuan liar dalam beberapa tahun terakhir ini di sub-Sahara Afrika, meskipun ada upaya pemerintah dan penjaga taman konservasi untuk menghentikan praktik ilegal tersebut.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help