Ini Strategi Melaka untuk Tarik Wisatawan Indonesia

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Melaka mengadakan berbagai promosi, pengenalan destinasi baru.

Ini Strategi Melaka untuk Tarik Wisatawan Indonesia
KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN
Bangunan Christ Church Melaka dipotret dari Dutch Square. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Untuk mencapai target 2 juta turis Indonesia ke Melaka, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Melaka mengadakan berbagai promosi, pengenalan destinasi baru, hingga memberikan diskon 70 persen untuk turis Indonesia.

"Banyak strategi dan kemudahan yang kami lakukan, salah satunya ini travel mart pertama di Jakarta, Insya Allah tahun ini target bisa dicapai. Dari Indonesia sekitar dua juta pelancong," kata Muhammad Jailani, kepada KompasTravel saat ditemui di acara Travel Mart Pelancongan Melaka, di Hotel Santika, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Ia menjelaskan salah satu kemudahan yang disajikan khusus untuk turis Indonesia ialah diskon, sampai 70 persen untuk akomodasi, atraksi, dan kuliner.

"Saya beri satu contoh ya, sepasang suami istri Indonesia, menginap di Melaka katakanlah MITC Hotel, breakfast dua orang, dua tiket ke Melaka Taman Sari, dua tiket Melaka River Cruise, hanya dengan 179 Ringgit, tak akan dapat di mana-mana," ujarnya.

Salah satu sudut Jonker Street Melaka, Malaysia.(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)
Salah satu sudut Jonker Street Melaka, Malaysia.(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN) ()

MITC Hotel merupakan hotel bintang tiga, salah satu yang ramai dikunjungi turis. Jika menggunakan hotel bintang lima, maka hanya perlu tambah 40 ringgit.

"Tak hanya diskon, kami buatkan paket baru, produk baru, ada Impression City di sana nanti ada banyak persembahan kebudayaan, jejak heritage, belanja, dan banyak hal baru lainnya. Bisa tahu bagaimana pelayaran Cheng Ho Indonesia-Malaysia," kata Jailani.

Tower Sky Jump jadi salah satu atraksi wisata baru yang dipromosikan pada Indonesia di Travel Mart Pelancongan Melaka. Wisatawan akan dibawa ke tower lantai 20 untuk terbang mengelilingi kota dengan paralayang.

Pegawai-pegawai pariwisata khususnya di obyek wisata Melaka, kini diwajibkan menggunakan busana adat sesuai kebudayaannya masing-masing.

Ada yang Melayu, ada juga busana akulturasi dengan Indonesia, China, Arab, Inggris, juga Portugis.

Reruntuhan St. Paul Church, Melaka yang lokasinya berada di atas bukit.(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)
Reruntuhan St. Paul Church, Melaka yang lokasinya berada di atas bukit.(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN) ()

Lalu berbagai acara antar bangsa pun digelar untuk menarik wisatawannya, salah satunya Festival Viesta Melaka yang mengundang peserta dari berbagai negara Asia Tenggara.

Memanfaatkan kesamaan sejarah dan budaya yang mengalir antara Melaka dan Indonesia, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Melaka akan membuat galeri jejak sejarah Indonesia-Melaka.

"Kita sebenarnya kaka adik, hanya dibatasi lautan saja. Jadi banyak serupa tapi tak sama yang menarik untuk dicoba. Di Melaka banyak orang Jawa, tapi masakan jawa mereka beda dengan di Indonesia, begitu juga Minang, Batak, dan lainnya. Ayo coba makanya," pungkasnya.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help