(VIDEO) Dihukum Lompat Katak, Siswa Ini Alami Pendarahan hingga Meninggal

Petugas kepolisian di China melakukan penyelidikan atas kematian seorang siswa laki-laki berusia 16 tahun,

TRIBUNMANADO.CO.ID - Petugas kepolisian di China melakukan penyelidikan atas kematian seorang siswa laki-laki berusia 16 tahun, Minggu (16/9/2018).

 melansir SCMP, Kamis (20/9/2018), siswa tersebut mulanya dihukum karena berbicara saat waktu tidur siang.

Siswa tersebut kedapatan berbicara dengan teman sekelasnya saat waktu tidur siang.

Jadi, kedua siswa tersebut diperintahkan menjalani hukuman melompat katak.

Anak laki-laki yang tinggal di asrama sekolah menengah Xinshao No.2 itu dihukum oleh gurunya untuk melakukan lompat katak di sebuah tanjakan sepanjang 20 meter.

Kedua siswa tersebut dihukum menaiki jalan yang menanjak dengan cara lompat jongkok dengan kedua tangan di belakang badan.

Saat menjalani hukuman, Zhang, nama bocah laki-laki tersebut tiba-tiba pingsan.

Dia kemudian dibawa ke rumah sakit, di mana dia kemudian dinyatakan meninggal.

Zhang dilaporkan mengalami pendarahan di mulut, telinga, dan hidungnya, menurut Thepaper.

Atas kasus tersebut, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun kontak antara guru dan siswa yang meninggal tersebut.

Namun, Xie, guru yang menghukum siswa tersebut bersama tiga staf sekolah yang lain, termasuk kepala sekolah dan wakilnya sedang diselidiki.

"Pihak kepolisian belum melaporkan kasus ini, namun, pihak komite sekolah dan dinas pendidikan sedang melakukan penyelidikan," kata juru bicara pemerintah.

Menurut keluarga Zhang yang melihat rekaman kamera pengawas, Zhang merupakan anak yang kuat dan aktif sampai dia terjatuh saat mencapai puncak dan kehilangan kesadaran.

Simak videonya di atas. 

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help