Pileg 2019 di Minut Diperkirakan Berbiaya Mahal, ‘Politisi Sinterklas’ Terus Lahir

Seorang calon kepala desa musti merogoh kocek hingga miliaran rupiah demi mengamankan kursi hukum tua.

Pileg 2019 di Minut Diperkirakan Berbiaya Mahal, ‘Politisi Sinterklas’ Terus Lahir
David Manewus
Rapat Paripurna DPRD Minahasa Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Pilkades di Minut dikenal berbiaya mahal. Seorang calon kepala desa musti merogoh kocek hingga miliaran rupiah demi mengamankan kursi hukum tua.

Berkaca dari situ, Pileg 2019 di Minut juga diperkirakan berbiaya mahal. Para caleg harus tajir.

Dikarenakan pemilih di Minut "terbiasa" dengan guyuran uang.
Caleg Nasdem Meidy Kumaseh mengaku menyiapkan
amunisi dalam jumlah banyak untuk bertarung dalam pilcaleg nanti.

"Angkanya ya bisa perkirakanlah, bagaimana pemilihan Kumtua di sini, " kata dia tanpa merinci angka pasti.

Menurut Meidy, uang berasal dari sejumlah usahanya. Ia dikenal sebagai pengusaha.

Meski menyiapkan amunisi besar, ia tak mau terjebak dalam politik bagi-bagi uang. Dana jumbo disiapkannya untuk kepentingan sosialisasi.

"Dari pasang spanduk, baliho, perlu uang, belum lagi jika kita bentuk relawan, " katanya.
Agar dikenal masyarakat, dirinya getol melakukan sosialisasi ke masyarakat. Salah satunya mengunjungi sejumlah hajatan.

"Saya ingin dikenal masyarakat, " kata dia.

Meidy sendiri terdorong maju untuk mengembangkan potensi desa di Minut.

Di posisinya kini sebagai Hukum Tua Desa Kaima ia merasa masih bisa berbuat lebih banyak.

"Saya ingin maju bukan untuk berburu uang tapi untuk memberi diri ke masyarakat, " kata dia.

Pengamat Vicky Mamahit mengatakan, kontestasi politik di Minut selalu berbiaya mahal.

Hal itu terpola dari pemilihan hukum tua. "Dalam pemilihan hukum tua seorang calon bisa menghabiskan uang
hingga miliaran rupiah, " kata dia.

Sebab lainnya adalah banyaknya politikus sinterklas di
Minut yang hobi bagi-bagi uang ke rakyat.

"Dalam sejarah politik Minut selalu ada sosok politikus dermawan, " kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved