Eks Koruptor Bersyukur Jadi Caleg: Berebut 450 Kursi Parlemen

Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara telah menetapkan Daftar Calon Sementara

Eks Koruptor Bersyukur Jadi Caleg: Berebut 450 Kursi Parlemen
TRIBUN MANADO/RYO NOOR
Ardiles Mewoh 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara telah menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) legislator. Ribuan calon legislator dari 16 partai politik dipastikan bertarung memperebutkan 395 kursi yang tersedia pada Pemilu Legislatif 2019.

Kemudian ditambah 45 kursi DPRD Sulut, enam kursi untuk parlemen Senayan dan empat kursi senator atau Dewan Perwakilan Daerah. Total tersedia 450 kursi legislatif dan senator.

Dari ribuan caleg dan calon senator terhadap empat nama mantan narapidana korupsi atau eks koruptor. Syarial Damopolii calon senator, Herry Jones Kereh caleg DPRD Sulut dari Partai Gerindra, Meike Nangka caleg DPRD Sulut dari Partai Berkarya dan Darmawaty Dareho caleg DPRD Manado dari Partai Demokrat.

Dharmawati Dareho, caleg eks narapidana korupsi dari Partai Demokrat, hakul yakin wacana tanda khusus bagi eks narapidana korupsi tidak akan terwujud.
“Sudah tidak ada itu, sudah clear,” kata dia lewat WhatsApp.

Menurut Dareho, tidak ada lagi polemik tentang eks narapidana korupsi pasca putusan Mahkamah Agung.
Ia mengucapkan terima kasihnya pada Demokrat yang sudah mendukung penuh perjuangannya.
Ia juga berterima kasih kepada Mahkamah Agung dan KPU yang sudah satu persepsi dalam penegakan hukum. “Intinya semua berkomitmen agar hukum bisa ditegakkan dan jadi panglima, “ katanya.

MA telah memutus uji materi Pasal 4 ayat (3), Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pada Kamis (13/9/2018) lalu. Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg bertentangan dengan UU Pemilu.
Mieke Nangka nyaris tak percaya bisa lolos di DCT.

"Mesti tunggu pengumuman resminya," kata Mieke. Setelah diyakinkan, Mieke akhirnya angkat suara soal langkah KPU meloloskan eks narapidana kasus korupsi. "Pertama puji Tuhan terima kasih berkat dorongan campur tangan Tuhan, dan dorongan teman-teman partai berkarya sehingga Mieke bisa lolos masuk DCT," kata dia.

Semua ini karena kerja tim, bukan pribadi. "Kalau saya cuma serahkan berkas, yang berjuang itu teman-teman di DPW," ujar mantan Politisi PDIP ini. Rakyat masih mempercayakannya, maka ia yakin bisa duduk di DPRD Sulut. "Kita nanti lihat hasil tahun depan," ungkap Mantan Anggota DPRD Minahasa Utara ini.

Tapi Mieke sedikit heran ketika mengetahui ada berkas caleg dinyatakan belum lengkap oleh KPU. "Kalau belum lengkap, pasti sudah dikasih pemberhentian, kita merasa bahwa sudah lengkap, " ujar eks Anggota DPRD Sulut ini.
Tak ada alasan lagi bagi KPU untuk tidak menyertakan eks narapidana korupsi di pemilu 2019. Demikian diungkapkan Syahrial Damapolii. "Sejak awal saya yakin dan percaya MA akan berpatokan pada UU," ujar Syahrial Damapolii, Calon Anggota DPD RI Dapil Sulut, Jumat (14/9/2018).

KPU Manado menetapkan DCT. Sebanyak 507 caleg masuk DCT. Ketua KPU Manado Sunday Rompas mengatakan, jumlah DCT bertambah 1 dari DCS yang berjumlah 506.
“Ketambahan satu yakni Dharmawati Dareho dari Partai Demokrat yang sebelumnya sempat dicoret karena merupakan eks narapidana korupsi, “ kata dia.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved