Tak Hanya Masalah Kecantikan, Ternyata Ini Alasan Mengapa Kru Kabin Pesawat Kebanyakan Perempuan

Saat dalam penerbangan, kamu pasti melihat lebih banyak kru kabin wanita dibanding laki-laki.

Tak Hanya Masalah Kecantikan, Ternyata Ini Alasan Mengapa Kru Kabin Pesawat Kebanyakan Perempuan
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Para awak kabin Garuda Indonesia berpose usai melakukan penerbangan bertajuk Kartini Flight di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (21/4/2017). Garuda Indonesia menggelar Kartini Flight dalam rangka menyambut Hari Kartini. Seluruh petugas penerbangan dari pilot, pramugari hingga teknisi adalah perempuan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat dalam penerbangan, kamu pasti melihat lebih banyak kru kabin wanita dibanding laki-laki.

Dalam satu penerbangan Boeing 737 misalnya, ada sekitar enam kru kabin yang bertugas.

Seringkali semuanya perempuan.

Bahkan dalam pesawat jarak jauh dengan 14 kru juga tidak tentu ada laki-laki.

Jikalau ada laki-laki, hanyalah sedikit atau minoritas.

Linggarsari Suharso, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia (GA) mengatakan ada hal-hal yang diunggulkan dari perempuan dalam hal hospitality.

Tetapi bukan tidak mungkin dimiliki juga oleh laki-laki.

Baca: Sejarah Dibalik Seekor Lipan yang Sering Dijuluki Hewan dari Neraka

"Melayani itu kan human nature-nya (alamiahnya) wanita, melayani dengan penuh perasaan, sabar, ramah. Pria bukan tidak ada, ada, tapi itu alami kalau ada di perempuan," jelas Linggarsari saat KompasTravel mengunjungi Garuda Indonesia Training Centre (GATC) di Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Meski begitu, dalam penugasan, pihaknya mengatakan sama saja antara laki-laki dan perempuan.

Keduanya memiliki tolak ukur kompetensi yang sama.

"Semua sama sebenernya kesempatannya, supervisor (penerbangan) juga ada pria ada wanita dan tidak menutup kemungkinan dalam penugasan," tambah Yonas, Senior Manager Flight Attendant GA dalam kesempatan yang sama.

Baca: 10 Kesalahan Penulisan Bahasa Inggris Pada Menu Makanan yang Bikin Pelanggan Bingung

Halaman
12
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help