Saham Sektor Tekstil Masih Layak Dilirik

Neraca perdagangan Agustus 2018 yang masih defisit US$ 1,02 miliar mendorong pemerintah untuk mendongkrak kinerja

Saham Sektor Tekstil Masih Layak Dilirik
kontan
Pantuan pergerakan saham di BEI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Neraca perdagangan Agustus 2018 yang masih defisit US$ 1,02 miliar mendorong pemerintah untuk mendongkrak kinerja ekspor. Salah satu yang dilirik Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita adalah mendorong ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Selama ini, TPT merupakan salah satu produk ekspor andalan. Tiap tahun, peningkatan ekspor TPT ke Amerika Serikat (AS) dan Australia bisa mencapai 20%-25%.

Rencana pemerintah untuk mendorong ekspor tekstil ke AS dan Australia ini disambut positif oleh PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY). Sebab, sejak 2016 POLY sudah menargetkan kedua negara tersebut sebagai pangsa pasar.
Assistant President Director Corporate Communications POLY, Prama Yudha Amdan mengatakan, porsi ekspor POLY baru 27%-30% dari total produksi, dengan negara tujuan utama Korea Selatan, Turki, Amerika Selatan, dan Eropa. "Kami juga akan mengintegrasikan hulu pabrik di 2019. Kami akan putuskan, apakah akan restart, reinvent atau bikin pabrik baru," ujarnya, Selasa (18/9).

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) juga menyambut positif rencana pemerintah untuk mendorong ekspor tekstil. Direktur Utama SRIL Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, saat ini TPT baru berkontribusi 2%-3% terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kondisi pelemahan rupiah, menurutnya, justru dapat meningkatkan daya saing Indonesia. "Trade war AS-China bisa menjadi opportunity untuk ekspor ke kedua negara tersebut," ungkap Iwan.
Saat ini SRIL mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara. Porsi ekspornya mencapai 56%-58%, dengan negara tujuan ekspor terbesar adalah AS, Jepang, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan China.

Bisa mulai membidik

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki menilai, akan sangat bagus jika pemerintah bisa mendorong ekspor TPT. Namun, menilik saham, sektor ini masih cenderung stagnan.
Untuk trading atau investasi jangka pendek Achmad menilai emiten TPT masih layak lirik, tapi tidak untuk investasi jangka panjang. "Saya belum bisa menyarankan kapan bisa masuk, karena masih banyak sektor lain yang lebih menarik," kata Achmad.
Untuk prospek saham POLY, Achmad menyarankan hanya untuk trading. Mengingat fundamental POLY masih belum cukup bagus. "Mayoritas penjualannya masih domestik," ujar Achmad.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji menilai, pelaku pasar bisa memanfaatkan rencana pemerintah mendorong ekspor tekstil dengan masuk ke saham yang masih prospektif. Rekomendasi Nafan, buy dengan target harga Rp 428. SRIL cukup matang dalam hal ekspor.

Untuk saham PBRX, rekomendasinya buy dengan target harga Rp 650. Sedangkan untuk saham POLY, menurutnya, investor sudah bisa cicil beli, dengan target harga
Rp 284. Ia menilai kinerja POLY positif meskipun sempat mencatatkan net loss pada 2016 dan 2017. Tapi tahun ini, net profit sudah tercapai.

Saham tekstil lainnya seperti PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) ia rekomendasikan untuk jangka panjang dengan target harga Rp 510. Saham ADMG dinilai cukup murah, kinerja keuangan juga sudah mencatatkan net profit dan harga sahamnya cukup stabil.
Khusus saham PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR), investor disarankan buy on weakness dengan target harga Rp 5.800 per saham.

Panin Bank
Panin Bank (NET)

Rumor Akuisisi Kerek Saham Grup Panin

Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) didera tekanan dan turun dalam, lain halnya dengan saham Grup Panin. Saham emiten di grup usaha milik pengusaha Mukmin Ali Gunawan ini mendadak lincah belakangan ini. Kemarin, Selasa (18/9), kelincahan itu berlanjut.

Kemarin, saham Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) ditutup menguat 4,14% ke level
Rp 880 per saham. Saham PT Paninvest Tbk (PNIN) menguat 4,52% ke level Rp 1.040 per saham. Sedangkan saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) juga menguat 4,63% menjadi Rp 226 per saham.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help