Premi Asuransi Kendaraan Masih Tumbuh

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) optimistis, bisnis asuransi kendaraan bermotor masih mampu tumbuh dua digit

Premi Asuransi Kendaraan Masih Tumbuh
Thinkstock/Nelosa
Ilustrasi asuransi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) optimistis, bisnis asuransi kendaraan bermotor masih mampu tumbuh dua digit sampai akhir 2018. Ekonomi yang membaik diharapkan mengerek daya beli masyarakat.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe bilang, realisasi semester I-2018, asuransi kendaraan naik 9% menjadi
Rp 9,21 triliun. Sementara, klaim naik 6,5% ke Rp 3,76 triliun. Hal ini dipengaruhi penjualan kendaraan roda dua maupun roda empat yang naik sampai semester I-2018 masing-masing 11,19% dan 3,72%. AAUI yakin, lini bisnis kendaraan bermotor akan tumbuh 10% tahun ini.

Wakil Ketua merangkap Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang menambahkan, produk ini biasanya terkerek di penghujung tahun "Kami optimistis daya beli masyarakat positif di semester II dan penjualan kendaraan baik roda dua maupun empat pun meningkat," kata Trinita.

PT Asuransi Sinar Mas optimistis bisnis asuransi kendaraan masih melaju. Direktur Asuransi Sinar Mas Dumasi M.M Samosir mengatakan, sampai semester I-tahun ini asuransi kendaran roda empat tumbuh 17% dan kendaraan roda dua naik 11% secara tahunan.

Masih optimistis

Sedangkan secara porsi dari total premi yang didapat sampai Juni 2018 Rp 3,77 triliun dimana porsi asuransi kendaraan roda empat dan roda dua menyumbang 17% dan 6%.

Di semester II, Dumasi berharap premi bisnis ini terus bertambah, didukung kenaikan penjualan mobil. "Sekarang tren orang membeli mobil kedua karena adanya kebijakan ganjil genap," harap Dumasi. Apalagi, kontribusi bisnis dari mitra multifinance sebesar 21%, sedangkan broker 59% dan korporasi 12%.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) tidak mematok target tinggi untuk asuransi kendaraan bermotor. Direktur Operasi Ritel Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan, premi Jasindo sampai Juli 2018 sekitar Rp 2,76 triliun. Dari jumlah itu, kendaraan bermotor menyumbang 11,7%. "Sampai Juli 2018, asuransi kendaraan bermotor naik 10%," kata dia.

Sahata bilang, sampai akhir tahun pendapatan premi tidak akan besar dari realisasi tahun lalu. "Karena cost mahal, klaim dan biaya operasional cukup banyak, jadi kami tidak agresif," jelas dia. Sampai akhir tahun ini, Jasindo mematok premi asuransi kendaraan Rp 700 miliar dari total target premi Rp 5,8 triliun.

PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) optimistis bisnis asuransi kendaraan bermotor roda dua berpeluang tumbuh di 2018. Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance mengatakan, hingga semester I-2018, Motopro, asuransi kendaraan roda dua Adira tumbuh 4% secara tahunan.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help