Investasi BPJS TK Capai Rp 18,9 Triliun

Meskipun akhir-akhir ini kinerja saham melemah, kinerja investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan

Investasi BPJS TK Capai Rp 18,9 Triliun
Internet
BPJS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Meskipun akhir-akhir ini kinerja saham melemah, kinerja investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus menguat. Hal ini terlihat dari hasil investasi perusahaan milik negara ini terus menanjak, walaupun hanya tumbuh satu digit dari tahun lalu.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan, sampai Agustus 2018, BPJSTK berhasil mencatatkan hasil investasi Rp 18,9 triliun. Angka tersebut naik 9% secara year on year (yoy). "Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan investasi adalah iuran yang dikumpulkan meningkat," ujar Utoh kepada KONTAN, Senin (17/9).

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan memiliki strategi dalam pengelolaan dana yang tepat. Yakni dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan memenuhi ketentuan regulasi.

Utoh menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan selalu mengedepankan strategi dalam membaca kebutuhan likuiditas dan liabilitas dalam setiap program. Terlihat bagaimana lembaga ini menaruh investasi lebih banyak ke surat utang dan deposito. Cara ini untuk meminimalisir dampak dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung fluktuatif.
Imbal hasil 8,7%

Tak ayal, BPJS Ketenagakerjaan mencatat rasio imbal hasil atau yield on investment sebesar 8,7%. Hingga Agustus 2018, BPJSTK telah mengelola dana sebesar Rp 339,7 triliun, meningkat 16% dibandingkan Agustus 2017. Dana tersebut diinvestasikan dalam berbagai sektor, seperti sektor keuangan, pertambangan, aneka industri, transportasi dan infrastruktur.

Sementara komposisi dana adalah surat utang 61%, deposito 9%, reksadana 10%, saham 19% dan investasi langsung 1%. Investasi ini dilakukan tidak langsung yaitu melalui penempatan di Surat Berharga Negara (SBN), obligasi serta saham BUMN Karya.

Penempatan 61% surat utang itu mayoritas ke instrument SBN, kemudian sisanya ke surat utang korporasi swasta dan BUMN. Saham yang dipilih didominasi saham LQ45 dan BUMN Karya. "Tapi saya tidak punya berapa angka pastinya porsi dari tiap saham," kata Utoh.

Sampai Agustus 2018, jumlah peserta terdaftar mencapai 48,7 juta orang atau naik 14% yoy. Sedangkan jumlah peserta aktif sebanyak 28,8 juta, tumbuh 20% dari tahun lalu. Dari jumlah tersebut, iuran yang didapat Rp 41 triliun, dan klaim dibayarkan mencapai Rp 15,3 triliun.

PT Timah Mengandalkan Pasokan Semen dari SMBR

Akhir tahun 2018 nanti, manajemen PT Timah Tbk (TINS) berencana membangun dua proyek di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Mereka mengandalkan pasokan semen sebagai salah satu material proyek dari PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved