Upacara Pelepasan Kirab Satu Negeri GP Ansor di Miangas Singkat Namun Bermakna

Upacara pelepasan Kirab Satu Negeri di Miangas, Minggu (16/9) berlangsung singkat, hanya 7 menit, meski demikian berlangsung khidmat.

Upacara Pelepasan Kirab Satu Negeri GP Ansor di Miangas Singkat Namun Bermakna
Istimewa
Kirab Satu negeri GP Ansor di Miangas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Upacara pelepasan Kirab Satu Negeri di Miangas, Minggu (16/9) berlangsung singkat, hanya 7 menit, meski demikian berlangsung khidmat.

Sekretaris Panitia Lokal Gafur mengatakan, pesawat yang membawa rombongan hanya diberi waktu sekira 20 menit.

"Dalam waktu yang sesingkat itu kami harus menyiapkan segala sesuatunya, dari personel hingga bendera" kata dia.

Baca: GP Ansor Berencana MoU dengan GMIM dalam Rangkaian Kegiatan Kirab Satu Negeri di Sulut

Dikatakannya, upacara berlangsung di depan Bandara Miangas, diawali dengan 17 anggota Banser yang membawa bendera merah putih.

Kemudian masuk inspektur upacara yakni Sekjen PP GP Ansor Abdul Rochman serta komandan upacara. Lantas diadakan pengibaran bendera diiringi lagu Indonesia Raya.

"Kemudian diadakan penyerahan simbolis bendera merah putih dari inspektur upacara kepada seorang peserta," kata dia.

Dalam waktu yang super singkat itu, masih pula sempatnya inspektur upacara memberi taklimat.
Dikatakannya, upacara tersebut juga diikuti masyarakat. Hadir pula camat serta unsur lainnya.

Sebuah kejadian unik sempat dialami rombongan GP Ansor dalam upacara di Miangas yang menandai dimulainya kegiatan Kirab Satu Negeri, Minggu (16/9).

Ceritanya tim sempat terhalang untuk mengibarkan bendera merah putih. "Kala itu dari otoritas bandara sempat melarang bendera merah putih diturunkan dari pesawat," kata Ketua PW Ansor Sulut Yusra Alhabsyi saat bertandang di Tribun Manado Minggu (16/9) sore.

Sebut Yusra, rombongan lantas berkeras bendera itu diturunkan. Pihak bandara melunak.
Akhirnya upacara bisa berlangsung. "Hanya 10 menit, namun berkesan karena diikuti warga Miangas," kata dia.

Yusra memaknai kejadian itu secara simbolik. "Ada sedikit kesalahpahaman. Ini menunjukkan pekerjaan kita tidak mudah dan pada akhirnya kita berhasil mempertahankan merah putih, " kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved