"Setiap Ada Pembangunan, Oknum Anggota Ormas Pasti Minta Uang Jatah"

Iskandar, salah satu pengusaha baju di kawasan ruko kompleks Galaxy mengaku kerap diperas oknum anggota ormas saat ia merenovasi rukonya.

Tribunnews.com
Ilustrasi pungli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di kawasan ruko kompleks Galaxy, Jalan Taman Galaxy Raya, Bekasi Selatan kerap terjadi aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sejumlah orang yang mengaku perwakilan dari organisasi masyarakat (ormas).

Iskandar, salah satu pengusaha baju di kawasan ruko kompleks Galaxy mengaku kerap diperas oknum anggota ormas saat ia merenovasi rukonya.

"Setiap ada pembangunan, mereka (oknum anggota ormas) pasti minta uang jatah karena ini daerah mereka, 'kalian bisnis di sini dan harus bayar'," kata Iskandar menirukan ucapan pelaku pungli, Minggu (16/9/2018).

Iskandar menambahkan, jumlah uang yang diminta mereka mencapai jutaan rupiah.

"Nominalnya mereka patok, dan itu bukan nominal yang kecil, satu juta atau dua juta bahkan mereka suka intimidasi tukang-tukang kita yang lagi kerja untuk distop kerjanya," tambahnya.

Iskandar berharap ada tindakan tegas atau pengawasan dari pihak kepolisian terhadap oknum anggota ormas yang meresahkan pengusaha di ruko kompleks taman Galaxy.

"Harus ditindak oleh kepolisian karena ini udah meresahkan masyarakat, khususnya buat kita yang usaha," harap Iskandar.

Sebelumnya, terjadi aksi dugaan pungli didilakukan empat orang yang mengaku perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) kepada sebuah ruko yang sedang direnovasi di Jalan Taman Galaxy Raya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Selasa (11/9/2018).

Lukman Hakim, salah satu karyawan ruko tersebut mengatakan, empat orang yang mengaku anggota ormas itu mendatangi dirinya ketika berada di ruko yang sedang direnovasi dan meminta uang Rp 5 juta.

"Selasa (11/9/2018) ada empat orang datang ngakunya dari ormas, minta uang Rp 5 juta. Mereka bilang kita banyak salah membangun, tidak mengikuti aturan mereka yang katanya menguasai daerah dia," kata Lukman.

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved