Roy Suryo Minta Bukti ke Kemenpora: Belum Ada Pengembalian

Tigor Simatupang, pengacara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2013-2014, Roy Suryo, mengaku telah mengirim surat

Roy Suryo Minta Bukti ke Kemenpora: Belum Ada Pengembalian
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO/FX ISMANTO
Roy Suryo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Tigor Simatupang, pengacara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2013-2014, Roy Suryo, mengaku telah mengirim surat ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait sengketa aset yang melibatkan kliennya.

Surat itu berisi 20 poin permintaan tanda bukti terkait barang-barang inventartis yang disebut belum dikembalikan Roy Suryo.

"Semua soal bukti, seperti tanda serah terima barang dan daftar barang-barang," kata Tigor saat dihubungi di Jakarta, Minggu (16/9).

Rencananya Tigor dan tim kuasa hukum Roy akan mendatangi Kantor Kemenpora pada Senin (17/9/2018) sekira pukul 10.00 WIB untuk meminta hal-hal yang tercantum dalam surat. Tigor mengirim surat tersebut sesuai permintaan Kemenpora saat kedua belah pihak bertemu pada Rabu lalu.

Menurut Tigor, pada pertemuan tersebut pihak Kemenpora hanya memaparkan kronologis sengketa antara kliennya dan Kemenpora. "Terakhir masih bicara soal kronologis, tapi pembicaraannya tidak fokus," kata Tigor.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi saat membukan acara journalist games yang diadakan oleh Kemenpora pada 8 & 9 Desember 2017 lalu.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi saat membukan acara journalist games yang diadakan oleh Kemenpora pada 8 & 9 Desember 2017 lalu. (tribunnews)

Hingga kini, Tigor dan kliennya belum memutuskan langkah hukum lanjutan dan masih fokus pada mediasi. Menurutnya, keputusan langkah hukum lanjutan baru bisa diputuskan setelah pihaknya mendapat bukti-bukti yang diminta dan mediasi berjalan.

"Kalau buktinya belum kami terima, apa yang mau dibicarakan? Kita masih fokus pada mediasi, belum bicara soal langkah-langkah hukum selanjutnya," kata Tigor.

Ia menilai, permasalahan ini menyangkut nama baik Roy sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Ia minta pihak Kemenpora mau menyampaikan kepada publik dan memberikan sanksi kepada pegawainya jika memang Roy tidak terbukti menerima aset-aset Kemenpora.

"Kemenpora harus bicara kepada media kalau memang masalah itu ada di internalnya, karena ini menyangkut nama baik Pak Roy sebagai anggota DPR sekarang," kata Tigor.

Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan telah menerima surat yang dikirimkan oleh Tigor pada Jumat lalu. "Sudah terima," kata Gatot. Namun Gatot belum bisa memastikan kapan akan membalas surat tersebut.

"Belum tahu, karena kan banyak sekali permintaannya," kata Gatot. Gatot pun mengatakan tidak mengetahui rencana Tigor yang akan mengunjungi kantor Kemenpora pada Senin. "Belum tahu, karena kalau datang nggak pernah janjian dulu," kata Gatot.

Sebelumnya, berdasarkan surat Nomor 523/SET.BIII/V/2018 yang dilayangkan oleh Kemenpora kepada Roy, terdapat 3.226 unit barang milik negara yang belum dikembalikan setelah ia selesai menjabat sebagai Menpora pada 2014 lalu. (tribunnetwork/git)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved