5 Langkah Marahi Anak dengan Kasih Sayang

Orangtua tanpa sadar sering melakukan cara-cara kurang tepat saat saat mendidik dan mengasuh anak-anak.

5 Langkah Marahi Anak dengan Kasih Sayang
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Orangtua tanpa sadar sering melakukan cara-cara kurang tepat saat saat mendidik dan mengasuh anak-anak.

Saat melihat anak membuat kesalahan, orangtua sering mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan kemarahan.

Sahabat Keluaga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, saat orangtua menjumpai tingkah anak mengamuk dan menunjukkan emosi berlebihan dengan berteriak maupun bertindak berlebihan, orangtua tidak perlu memberi cubitan, memukul, atau mengeluarkan kata-kata bernada kemarahan.

Alih-alih berhenti menangis jika dicubit, tangis anak justru akan malah semakin menjadi.

 Anak usia dini sesungguhnya masih belum memahami hubungan antara tindakannya yang ’nakal’ menurut orangtua dan pukulan yang diterimanya.

Badan mungilnya hanya merasakan sakit jika dicubit dan hatinya menjadi takut ketika dibentak, tanpa tahu kenapa dipukul. Hal ini tentu akan melukai perasaannya. 

Akibatnya akan menghambat perkembangan sosial emosional anak.

Mendidik dan mengasuh mengedepankan emosi membuat jiwa anak menjadi tidak stabil.

Hal ini dapat berdampak negatif bagi perkembangan sosial emosional anak.

Anak berpotensi menjadi tidak terkendali ketika berada di luar rumah atau sebaliknya anak dapat memiliki karakter tertutup.

Halaman
1234
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help