Kasus Bank Century Setnov: Saya Punya Data dan Fakta Kuat, SBY Tertawa

Mantan Ketua DPR yang menjadi terpidana korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku mempunya bukti

Kasus Bank Century Setnov: Saya Punya Data dan Fakta Kuat, SBY Tertawa
Tribunnews/JEPRIMA
SBY 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mantan Ketua DPR yang menjadi terpidana korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku mempunya bukti berupa data dan fakta kuar terkait kasus korupsi dalam penggelontoran dana talangan atau bailout Rp 6,7 triliun ke Bank Century yang ditangani Komisi Pemberantasan korupsi (KPK). Dia berjanji bakal mengungkapkan hal itu kepada KPK.

‎"Tentunya saya punya data dan fakta akurat yang bisa saya berikan. ‎Nanti saya akan ungkap sejelasnya di KPK. (Buktinya) sangat kuat," tegas Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin.

Novanto mengaku ingin membantu KPK dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi dalam kebijakan bailout Bank Century karena memang kasus tersebut harus dituntaskan sebagaimana rekomendasi angket DPR pada saat itu.

Dia menceritakan, dirinya menjabat sebagai ‎Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR saat kebijakan bailout Bank Century dilakukan semasa pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY) Jilid I, yakni pada November 2008.

"Jadi kalau KPK memerlukan dan saya sudah siap. Saya siap bantu KPK," ujarnya.

Dia meyakini KPK dapat menyelesaikan dan mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam dugaan korupsi di balik skandal bailout Bank Century. Apalagi, rekomendasi angket DPR memuat sejumlah data dan informasi penting untuk penegak hukum, khususnya KPK.

Apalagi, dari penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan oleh KPK sudah tampak 'urat' di balik kebijakan bailout Bank Century.

"Dan saat itu zaman SBY dan Sekretaris KSSK (Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan Raden Pardede dan ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani). Dan itu memang ada dan dipisahkan antara kebijakan yang hari Jumat, Sabtu dan Minggu uang itu dikeluarkan. Nah itu kuncinya di situ," ungkapnya.

"Ada kemungkinan ada dugaan keterlibatan SBY?" tanya wartawan.

"Nanti saya akan ungkap sejelasnya KPK," kata Novanto.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help