Debat Berbahasa Asing Tidak Penting: KPU Akan Pertimbangkan Ulang

Koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum

Debat Berbahasa Asing Tidak Penting: KPU Akan Pertimbangkan Ulang
KOMPAS
Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar satu sesi debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris. Usulan tersebut ditanggapi oleh kubu Jokowi-Sandiaga, dengan masukan lainnya, yaitu adanya sesi Bahasa Arab dan tes baca Al-Quran.

Terkait hal tersebut Komisioner Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut wacana tersebut tidak penting. "Enggak pentinglah yang kayak begitu. Menurut saya, Sumpah Pemuda juga sudah jelas, satu bahasa, Bahasa Indonesia. Ngapain sampai begitu-begitu (debat berbahasa asing)?" kata Afif.

Namun demikian, usulan tersebut bisa saja diakomodasi. Hal itu tergantung dari kesepakatan antara pihak-pihak yang bersangkutan. "Kalaupun enggak, enggak masalah, kalupun iya, juga nggak apa-apa, tinggal kesepakatan saja," ujar Afif.

Afif mencontohkan, pada acara debat Pilkada 2018, ada satu sesi pertanyaan yang menggunakan bahasa daerah. Hal itu lantaran sudah ada kesepakatan sebelumnya. Tapi, ia menegaskan usulan debat berbahasa asing tersebut bukan hal utama yang dipertimbangkan. Sebab, selain Bahasa Indonesia adalah bahasa utama, usulan-usulan tersebut justru bisa menghilangkan substansi debat.

"Bahasa utama tetap Bahasa Indonesia. Nanti kalau ada yang nantang lagi bagaimana kalau debatnya pakai bahasa isyarat gimana? Kan jadi meriahnya di urusan-urusan begitu, menghilanglan substansi," tutur dia.

Menurut Afif, menjadi tanggung jawab partai untuk tidak mendorong munculnya aktivitas-aktivitas yang artifisial dan bombastis, tapi minus nilai. "Ini juga sebenarnya tanggung jawab partai, jangan sampai hanya kampanye pada hal-hal yang artifisial, bombastis, tapi minus nilai," ujarnya,

KPU Pertimbangkan

KPU RI akan menerima masukan dari berbagai pihak mengenai konsep debat kandidat calon presiden-calon wakil presiden di pemilihan presiden (pilpres) 2019. Masukan tersebut seperti penggunaan bahasa Inggris dalam sesi debat. Selain itu, ada usulan lomba mengaji dan shalat antara pasangan capres-cawapres.

Komisioner KPU RI, Viryan Aziz, mengatakan pihaknya masih sebatas menerima masukan. Nantinya, akan dilakukan pembahasan antara KPU dengan tim sukses dari masing-masing pasangan capres-cawapres.
"We Will Discuss. Yang jelas usulan menggunakan bahasa masukan. Kami prinsip menghargai masukan. Yang disampaikan kami respon positif, tetapi akan dibahas," kata Viryan.

Selama ini, sepanjang debat kandidat antara pasangan capres-cawapres, kata dia, belum pernah ada penggunaan bahasa Inggris. Oleh karena itu, menurut dia, harus dipastikan apakah masyarakat memahami bahasa tersebut.
"Perlu diketahui yang menyaksikan seluruh rakyat. Apakah rakyat menguasai Bahasa Inggris?. Bahasa sarana komunikasi," kata dia.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved