Puncak Yubileum 150 Tahun Bertepatan Pesta Salib Suci

Salib itu diarak jalan kaki dari Kema, Minahasa Utara ke Lotta, Minahasa, Sulawesi Utara.

Puncak Yubileum 150 Tahun Bertepatan Pesta Salib Suci
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Salib diarak jalan kaki dari Kema, Minahasa Utara ke Lotta, Minahasa, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perayaan puncak Yubileum 150 tahun Gereja Katolik kembali, tumbuh, dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado, Jumat (14/09/2018) di Imanuel Catholic Youth Center, berlangsung meriah dan penuh makna.

Acara dimulai dengan penjemputan salib suci dan obor Yubileum 125 tahun Gereja Katolik tumbuh dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado oleh uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan para imam.

Salib itu diarak jalan kaki dari Kema, Minahasa Utara ke Lotta, Minahasa, Sulawesi Utara.

Yang membawanya ialah Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Tonsea dan Piet Luntungan, tokoh umat Katolik Minut yang membawa salib dan obor itu 25 tahun lalu.

Setelah diterima, salib itu dibawa oleh ketua OMK Kevikepan Tonsea Gusti Kalengkongan, Piet Luntungan sendiri.

Mereka ditemani sejumlah OMK Katon.

Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengatakan kegiatan Yubileum ini bertepatan dengan Pesta Salib Suci yang dirayakan Gereja universal.

Pesta ini berkaitan dengan abad keempat di mana Salib Tuhan ditemukan kembali oleh Santa Helena, ibu Kontantinus Agung.

"Untuk membuktikan keaslian salib itu, orang sakit diminta menyentuhnya. Dan yang sembuh, salib yang disentuh itu salib Tuhan," katanya

Ia mengatakan sejarah kembalinya Gereja Katolik di wilayah ini juga tidak lepas dari salib.

Tapi salib itu menyelamatkan.(Tribun Manado/David Manewus)

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help