Polisi Berjanggut di Mesir Kembali Dilarang Bertugas

Pengadilan Mesir memutuskan menangguhkan aturan yang mengizinkan polisi yang memiliki janggut untuk bertugas

Polisi Berjanggut di Mesir Kembali Dilarang Bertugas
(kompas.com/AFP / GIANLUIGI GUERCIA)
Petugas polisi berjanggut di Mesir menghadiri aksi demonstrasi atas kurangnya penegakan perintah pengadilan yang memungkinkan petugas polisi berjanggut untuk melayani di Kairo pada 1 Maret 2013. 

TRIBUNMANAOD.CO.ID, KAIRO - Pengadilan Mesir memutuskan menangguhkan aturan yang mengizinkan polisi yang memiliki janggut untuk bertugas.

Keputusan tersebut diambil pengadilan Mesir pada Rabu (12/9/2018) setelah seorang pengacara mengajukan banding terhadap putusan yang mengizinkan polisi berjanggut untuk bertugas.

Pengacara tersebut juga menuntut kementerian dalam negeri agar memberlakukan peraturan yang mencegah petugas polisi berjanggut untuk menjalankan tugasnya.

"Janggut bagi warga negara-negara Arab dianggap religius, itu tak hanya sesuatu yang dianggap normal," kata pengacara Mohammed Hamed Salem kepada AFP.

"Bagaimana perasaan Anda saat melintasi pos pemeriksaan yang dijaga oleh petugas berjanggut," ujarnya.

Baca: Inilah 5 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Dunia, Kairo Termasuk!

Masalah janggut sebagai kebebasan pribadi dan keamanan negara telah menjadi perdebatan panjang selama bertahun-tahun di Mesir.

Perdebatan itu bermula pada 2012 saat polisi berjanggut melakukan aksi demonstrasi di bawah presiden Islamis, Mohamed Morsi yang menuntut para perwira berjanggut untuk diizinkan bertugas.

Setelah Morsi dilengserkan pada Juli 2013, kementerian dalam negeri memecat 10 petugas polisi karena janggut mereka.

Pada Juli lalu, peraturan yang melarang polisi berjanggut kembali ditinjau ulang dan akhirnya diizinkan untuk kembali melayani.

"Kembalinya para petugas polisi berjanggut dalam bertugas dianggap melanggar definisi konstitusi Mesir sebagai negara sipil dan menjadi ancaman bagi masyarakat Mesir."

Halaman
12
Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help