Ini Komentar Dua Uskup Asal Manado yang Tugas di Luar Manado saat Misa Puncak Yubileum

Uskup Keuskupan Agung Kupang Petrus Turang, dan Uskup Amboina Petrus Canisius Mandagi MSC, juga memberikan renungan dalam misa syukur

Ini Komentar Dua Uskup Asal Manado yang Tugas di Luar Manado saat Misa Puncak Yubileum
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Uskup Rolly beri renungan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Uskup Keuskupan Agung Kupang Petrus Turang, dan Uskup Amboina Petrus Canisius Mandagi MSC, juga memberikan renungan dalam misa syukur perayaan puncak Yubileum 150 tahun Gereja Katolik kembali, tumbuh dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado.

Kegiatan berlangsung di Ampiteater Immanuel Catholic Youth Center Lotta, Jumat (14/9/2018).

Uskup Rolly meminta Uskup Turang bicara soal awam sedangkan Uskup Mandagi soal imam.

Uskup Turang mengatakan, dengan kemajuan teknologi, awam harus berperan dalam ekonomi dan politik. Tempat kehadiran awam katanya di dalam dunia untuk menghadirkan kekudusan.

"Itu sesuai profesi masing-masing. Misalnya sebagai dokter atau perawat," katanya.

Uskup Mandagi mengaku bangga dengan buah-buah pewartaan. Ia melihat persatuan persatuan dan perayaan liturgis yang luar biasa.

"Artinya Gereja tidak mati. Orang suka pewartaan," katanya.

Ia mengatakan, jumlah imam diosis di Keuskupan Manado sangat banyak. Ia ingin ada peningkatan bukan hanya kuantitas tapi kualitas.

Ia ingin imam melaksanakan tiga pilar imam yang dikatakan Paus Benediktus. Itu adalah doa, ekaristi dan firman.

"Saya ingin imam mendidik umat penggunaan media sosial yang baik. Media untuk pewartaan," katanya.

Ia ingin suster juga penuh kegembiraan. Kegembiraan itu berasal dari dalam.

Penulis: David_Manewus
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved