Demokrat Sulut Tak Risi soal Konspirasi Rp 177 T: Karinda Sebut Hal Biasa Hadapi Pemilu

Partai Demokrat tak henti diguncang prahara. Setelah tuduhan politik ‘dua kaki’, kini heboh 12 miliar dolar Amerika Serikat setara Rp 177 triliun.

Demokrat Sulut Tak Risi soal Konspirasi Rp 177 T: Karinda Sebut Hal Biasa Hadapi Pemilu
tribunmmanado/bryan tarore

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Partai Demokrat tak henti diguncang prahara. Setelah tuduhan politik ‘dua kaki’, kini heboh 12 miliar dolar Amerika Serikat setara Rp 177 triliun, uang pajak rakyat Indonesia, mengalir ke 30 pejabat negara dan dicuci di 47 bank nasional hingga internasional. Bahkan, sejumlah bank kecil dan broker di New York AS hingga Hong Kong ikut terlibat.

Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulut, James Karinda mengatakan, munculnya berbagai serangan jelang kontes politik adalah wajar. "Semua terkena isu. Nah, kebetulan saat ini kita yang kena," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Kamis (13/9/2018).

Menurut Karinda, serangan seperti isu negatif tentang Demokrat banyak diembuskan lewat media sosial. Kata dia, partainya tak risih dengan berbagai serangan itu. Partai, sebut dia, sudah berpengalaman menghadapi hal hal seperti.

"Ini justru jadi momen bagi kita untuk memacu diri mencapai berbagai target yang ditetapkan," katanya.
Menurut Karinda, posisi partai sebagai penengah memang kerap disalahartikan dan jadi sasaran tembak. Seperti tudingan Demokrat main ‘dua kaki’ yang lagi marak.

Namun kata dia, Demokrat memiliki ciri demokratis. Dengan demikian, semua aspirasi dalam tubuh partai didengarkan. "Dari pertama polling sudah dilakukan dan pengurus maupun kader di sini mendukung Jokowi, kita bawa ke pusat, dan ternyata disetujui, jadi sangat demokratis tidak ada main dua kaki, " kata dia.

Ia meyakini masyarakat sudah cerdas hingga tak mudah terpengaruh berbagai isu tak benar. "Masyarakat kita sudah dewasa hingga tak akan termakan dengan isu yang sengaja diembuskan," kata dia.

Kini Demokrat diguncang isu kasus Bank Century. "Masih lebih heboh kasus KTP elektronik dan Wisma Atlet Hambalang," kata Karinda.

Menurut Caleg DPR RI Daerah Pemilihan Sulut ini, isu yang digulirkan seperti ini sudah biasa terjadi dan selalu diarahkan kepada Demokrat setiap menghadapi pemilu.

Namun, lanjutnya, partai yang di Sulut diketuai GS Vicky Lumentut ini siap menghadapi serangan.  JK, demikian sapaan akrab James Karinda, menilai cara seperti itu merupakan strategi untuk melemahkan lawan.

"Dengan tegas melalui kesempatan ini kami Partai Demokrat mengatakan isu dan hoaks harus dihadapi menghadapi Pemilu 2019," katanya.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help