Pasar Volatil, AUM Terkikis: Grup Salim Perlebar Bisnis

Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana kembali mengalami penyusutan di Agustus lalu.

Pasar Volatil, AUM Terkikis: Grup Salim Perlebar Bisnis
kontan
Pantuan pergerakan saham di BEI 

Indeks
4,14
5,11
4,95

ETF
8,08
10,28
10,57

KIK DIRE & EBA
2,45
4,27
3,90

Grup Salim Makin Perlebar Bisnis Digital

Grup Salim kembali melakukan pengembangan bisnis. Namun, pengembangan kali ini bukan di bisnis intinya, melainkan dalam bentuk pusat data atau data center.

Keppel Group melalui Alpha Data Centre Fund (Alpha DC Fund) bersama Grup Salim baru saja menandatangani kerjasama pendirian perusahaan patungan atau joint venture (JV), IndoKeppel Data Centre 1 (IKDC 1).
Salim menguasai 60% saham dalam JV yang fasilitasnya bakal dibangun di wilayah Bogor tersebut. Sedang sisa 40% dikuasai oleh Keppel.

Sugiharto Darmakusuma, Direktur Grup Salim, mengatakan, pihaknya telah mengembangkan Salim Digital Ecosystem selama beberapa dekade terakhir. "Pembangunan ini untuk mendukung transformasi menuju industri 4.0," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (10/9).

Sayang, tidak disebutkan berapa nilai investasi pengembangan data center tersebut. Yang jelas, pembangunan data center bakal dilakukan dalam tiga fase.

Fase pertama ditargetkan rampung semester I-2020. IKDC 1 fase pertama bakal dibangun di atas lahan seluas 3 hektare (ha). Total kebutuhan lahan jika seluruh fase selesai nanti bisa mencapai 7 ha. Data Center dalam IKDC bakal dibangun dengan standar kekuatan dan sistem pendinginan tier 3.

Menurut Sugiharto, keberadaan IKDC 1 bakal melengkapi investasi grup atas kabel fiber optik yang terbentang dari Sumatra, Jawa, hingga Bali. Grup Salim juga berinvestasi mengembangkan fiber optik yang menghubungkan Jawa dan Singapura
Keberadaan IKDC 1 bakal mengantarkan ekosistem digital Grup Salim menjadi berskala global. "Kami percaya, kami salah satu dari segelintir perusahaan yang memiliki kapabilitas sebesar itu," imbuh Sugiharto.

Gerak Grup Salim di bisnis digital memang gencar. Tahun lalu, Grup Salim menelurkan e-commerce yang bekerja sama dengan Lotte Group, yakni iLotte. Investasi untuk joint venture dengan Lotte ini mencapai US$ 100 juta.
Sebelumnya Grup Salim juga sudah mengambil alih Elevenia dari SK Planet.  (Dityasa Hanin Fordanta/Dimas Andi Shadewo)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help