BI Sudah Uji Coba Penerapan QR Code

Bank Indonesia (BI) terus mematangkan proses standardisasi aturan QR code untuk interkoneksi dan interoperabilitas teknologi.

BI Sudah Uji Coba Penerapan QR Code
Kompas.com
Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mematangkan proses standardisasi aturan QR code untuk interkoneksi dan interoperabilitas teknologi. Kabar terakhir, BI sudah menyelesaikan pilot test run tahap pertama.

Hermawan Tjandra EVP Marketing PT Rintis Sejahtera bilang BI membentuk gugus tugas (working group) bersama asosiasi sistem pembayaran dan industri. Saat ini menurut Anthoni Morris Direktur Bisnis Artajasa Pembayaran Elektronik untuk QR payment sudah masuk dalam polit test run tahap dua.

Dalam pilot test run tahap pertama, Artajasa bersama dengan BNI, T-Cash dan Bank Permata. Dadang Setiabudi
Direktur Teknologi Informasi dan Operasional BNI bilang hasil working group dan pilot test ini akan sebagai pertimbangan draft aturan standarisasi QR payment.

"Kami ikut dalam ujicoba tahap 1 transaksi interoperability dengan menggunakan QR standar bersama dengan bank, perusahaan telko, dan fintech yang sudah berjalan pada akhir bulan agustus 2018," kata Dadang.
Rencananya akan ada tiga kali ujicoba dengan member yang berbeda di setiap tahapannya. Sembari menunggu penerapan dari BI, beberapa pelaku bisnis terus menguatkan infrastruktur. Misalnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Senior Vice President Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi bilang standardisasi tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dan diharapkan akan diberlakukan dalam waktu dekat. "Bank Mandiri paralel juga mempersiapkan jaringan infrastrukturnya untuk dapat menerapkan hal tersebut segera," kata Thomas.
Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) aktif melakukan kerjasama dengan merchant QR code. Hal ini untuk menyambut keluarnya aturan mengenai standarisasi QR code oleh BI.

Indra Utoyo Direktur IT dan Operasi Bank BRI bilang , saat ini BRI tetap melakukan akuisisi merchant My QR secara intensif di seluruh Indonesia. "Karena pada saat interoperability itu berlaku, BRI akan menikmati MDR secara off us," kata Indra.
Begitu juga dengan Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada bilang sedang dalam proses untuk kerjasama dengan penyedia transaksi QR payment. "Ada beberapa (perusahaan penyedia transaksi QR payment) nanti akan disampaikan jika sudah bertemu dengan vendornya," kata Haryono.

Dengan berlakunya aturan BI ini, diharapkan akan ada interkoneksi dan interoperabilitas antara platform pembayaran baik dari bank dan non bank
Standardisasi yang dikerjakan BI tersebut akan sangat membantu memberikan kemudahan bagi para pihak yang terlibat dalam sistem pembayaran termasuk merchant dalam mengelola pembayaran menggunakan QR code serta biller dalam menjalin kerjasama dengan perbankan dalam hal penerimaan pembayaran atau collection.

Saham di Bursa Efek Indonesia
Saham di Bursa Efek Indonesia (kontan)

Melepas Saham Baru Meski Pasar Lesu

Meski kondisi pasar masih bergerak volatil, beberapa emiten menyatakan niat menggelar aksi korporasi. Beberapa emiten menyatakan siap menggelar rights issue demi memenuhi kebutuhan pendanaan, baik untuk ekspansi maupun refinancing.

PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) misalnya, akan menggelar rights issue dengan target perolehan dana sebesar Rp 105 miliar. Harga rights ditetapkan Rp 397 per saham. Harga tersebut di atas harga IBFN di pasar saat ini, yang mencapai
Rp 388 per saham.

IBFN menggelar rights issue untuk menambah penambahan modal. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja, seperti biaya overhead kantor, pembelian barang-barang modal dan keperluan ekspansi usaha. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk pembayaran biaya-biaya kepada pihak ketiga, seperti utang usaha.
PT Intikramik Alamsari (IKAI) menggelar rights issue untuk memperkuat struktur permodalan dan mendanai ekspansi bisnis. Dengan harga penawaran sebesar Rp 120 per saham, IKAI membidik dana segar Rp 463 Miliar.

Sementara, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur (GOLD) Tbk akan menawarkan 240 juta saham baru dengan harga rights sebesar Rp 550 per saham. Melalui rights issue ini, GOLD membidik dana segar Rp 132 miliar. Perusahaan ini akan menggunakan dana hasil rights issue untuk melakukan konversi utang.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) juga menyatakan niat melakukan rights issue untuk mendongkrak ekuitas. Rights issue WTON rencananya akan dilakukan pada tahun depan.
Perhatikan fundamental

Analis Phintraco Sekuritas Valdi Kurniawan mengatakan, investor harus teliti dalam menyikapi emiten yang hendak melakukan rights issue. Dari beberapa emiten yang akan melaksanakan rights issue, Valdy menilai fundamental WTON yang paling bagus. Kinerja WTON tergolong apik selama ini, baik dari segi pendapatan maupun laba bersih.
Namun dari segi rencana penggunaan dana rights issue, Valdy mengungkapkan, yang paling menarik adalah IKAI. Pasalnya, emiten ini berencana mengalokasikan dana rights issue untuk ekspansi.

Senada dengan Valdy, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji menilai bahwa WTON dan IKAI adalah dua emiten yang paling menarik. "Perusahaan yang menggunakan dana rights issue untuk ekspansi layak dilirik. Karena ekspansi bisa meningkatkan pendapatan dan laba bersih" kata Nafan, Senin (10/9).

Sementara Nafan menganggap WTON menarik karena kinerjanya selalu naik. Walaupun rencana rights issue baru tahun depan, menurutnya tidak masalah, investor tetap bisa ambil bagian.
Nafan merekomendasikan buy saham IKAI dengan target jangka pendek Rp 180, jangka panjang sampai Rp 200. Untuk WTON, ia merekomendasikan buy dengan target harga jangka menengah panjang Rp 500 per saham. ?

WIKA Menambah Portofolio Bisnis Listrik

Sayap bisnis PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terkembang semakin lebar. Emiten pelat merah ini juga menjelma sebagai perusahaan investasi, salah satunya di sektor ketenagalistrikan.

WIKA bakal mengakuisisi PT Ingako Energy, perusahaan yang mendapatkan izin prinsip dan lokasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Peusangan-4 di Provinsi Aceh. Pembangkit ini memiliki kapasitas produksi 120 megawatt (MW).

WIKA tidak sendirian. Hyundai Engineering & Construction Co Ltd, Korea South-East Power Corporation, serta Igis Asset Management juga bakal terlibat. WIKA akan mengakuisisi maksimal 25% saham Ingako. Sementara, Hyundai dan Korea Power masing-masing bakal mengakuisisi 30% dan 25%. Saham selebihnya, 20%, akan dikuasai oleh Igis.

Sayang, manajemen belum mengungkapkan nilai akuisisi tersebut. Yang jelas, WIKA bukan hanya sebagai investor, melainkan juga kontraktor, dengan nilai kontrak US$ 361 juta.

Lingkup pengerjaannya berupa pengerjaan engineering, procurement & construction (EPC), dengan tenggat waktu pengerjaan sekitar 60 bulan. "Akumulasi hingga Agustus 2018, kami sudah mengumpulkan kontrak baru senilai Rp 25,5 triliun," ujar Direktur Utama WIKA Tumiyana kepada KONTAN, Selasa (11/9).

Pada kesempatan berbeda, Direktur WIKA Novel Arsyad mengatakan, masuknya WIKA sebagai investor dalam PLTA Peusangan-4 telah tertuang dalam roadmap perusahaan 2018-2023. "Kami yakin Ingako akan mampu memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh PLN yang akan menyerap tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTA-4 Peusangan. Dengan demikian penandatanganan kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi WIKA dan investor lainnya," jelas Novel.

PLTA ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan tenaga listrik dan meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan Aceh-Sumatra Utara. Investasi pada PLTA-4 Peusangan akan menambah portofolio WIKA di sektor ketenagalistrikan. Saat ini, investasi WIKA pada sektor ketenagalistrikan telah diisi oleh PLTD Bali 50 MW, PLTG Borang 60 MW, PLTMG Rengat 20 MW, dan PLTMG Rawa Minyak 25 MW.  (Dityasa Hanin Fordanta/Galvan Yudistira/Auriga Agustina)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved