BI Sudah Uji Coba Penerapan QR Code

Bank Indonesia (BI) terus mematangkan proses standardisasi aturan QR code untuk interkoneksi dan interoperabilitas teknologi.

BI Sudah Uji Coba Penerapan QR Code
Kompas.com
Bank Indonesia 

IBFN menggelar rights issue untuk menambah penambahan modal. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja, seperti biaya overhead kantor, pembelian barang-barang modal dan keperluan ekspansi usaha. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk pembayaran biaya-biaya kepada pihak ketiga, seperti utang usaha.
PT Intikramik Alamsari (IKAI) menggelar rights issue untuk memperkuat struktur permodalan dan mendanai ekspansi bisnis. Dengan harga penawaran sebesar Rp 120 per saham, IKAI membidik dana segar Rp 463 Miliar.

Sementara, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur (GOLD) Tbk akan menawarkan 240 juta saham baru dengan harga rights sebesar Rp 550 per saham. Melalui rights issue ini, GOLD membidik dana segar Rp 132 miliar. Perusahaan ini akan menggunakan dana hasil rights issue untuk melakukan konversi utang.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) juga menyatakan niat melakukan rights issue untuk mendongkrak ekuitas. Rights issue WTON rencananya akan dilakukan pada tahun depan.
Perhatikan fundamental

Analis Phintraco Sekuritas Valdi Kurniawan mengatakan, investor harus teliti dalam menyikapi emiten yang hendak melakukan rights issue. Dari beberapa emiten yang akan melaksanakan rights issue, Valdy menilai fundamental WTON yang paling bagus. Kinerja WTON tergolong apik selama ini, baik dari segi pendapatan maupun laba bersih.
Namun dari segi rencana penggunaan dana rights issue, Valdy mengungkapkan, yang paling menarik adalah IKAI. Pasalnya, emiten ini berencana mengalokasikan dana rights issue untuk ekspansi.

Senada dengan Valdy, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji menilai bahwa WTON dan IKAI adalah dua emiten yang paling menarik. "Perusahaan yang menggunakan dana rights issue untuk ekspansi layak dilirik. Karena ekspansi bisa meningkatkan pendapatan dan laba bersih" kata Nafan, Senin (10/9).

Sementara Nafan menganggap WTON menarik karena kinerjanya selalu naik. Walaupun rencana rights issue baru tahun depan, menurutnya tidak masalah, investor tetap bisa ambil bagian.
Nafan merekomendasikan buy saham IKAI dengan target jangka pendek Rp 180, jangka panjang sampai Rp 200. Untuk WTON, ia merekomendasikan buy dengan target harga jangka menengah panjang Rp 500 per saham. ?

WIKA Menambah Portofolio Bisnis Listrik

Sayap bisnis PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terkembang semakin lebar. Emiten pelat merah ini juga menjelma sebagai perusahaan investasi, salah satunya di sektor ketenagalistrikan.

WIKA bakal mengakuisisi PT Ingako Energy, perusahaan yang mendapatkan izin prinsip dan lokasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Peusangan-4 di Provinsi Aceh. Pembangkit ini memiliki kapasitas produksi 120 megawatt (MW).

WIKA tidak sendirian. Hyundai Engineering & Construction Co Ltd, Korea South-East Power Corporation, serta Igis Asset Management juga bakal terlibat. WIKA akan mengakuisisi maksimal 25% saham Ingako. Sementara, Hyundai dan Korea Power masing-masing bakal mengakuisisi 30% dan 25%. Saham selebihnya, 20%, akan dikuasai oleh Igis.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved