'Berebut' Yenny Wahid: Hari Ini Prabowo Bertemu

Putri kedua Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid

'Berebut' Yenny Wahid: Hari Ini Prabowo Bertemu
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Direktur Eksekutif Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Putri kedua Presiden Keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid, kini diperebutkan dua kubu. Baik para pendukung Jokowi-Kiai Maruf Amin maupun kubu Prabowo-Sandiaga Uno untuk masuk dalam tim pemenangan pada pertarungan Pilpres mendatang. 

Hari ini, Prabowo dijadwalkan akan menyambangi kediaman Yenny untuk menemui istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid hari ini.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya akan senang bila putri Presiden ke 4 RI Abdurahman Wahid ( Gusdur),Yenny Wahid mendukung dan masuk ke dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. "Tentu kami akan senang mba Yenny Wahid bisa bergabung membantu.

Kita tahu mba Yenny tokoh wanita nasional kita yang punya kecerdasan, kompetensi, integeritas dan jaringan yang luas ya mudah-mudahan mba Yenny bisa bergabung memperkuat dari pada barisan Prabowo-Sandiaga," kata Riza di Kompleks Parlemen, Rabu, (12/9).

Keyakinian yang sama juga diungkapkan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Ia memastikan,  Yenny Wahid akan mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019.  Hasto mengatakan, Jokowi punya kedekatan dengan keluarga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Jokowi sebelumnya  menyambangi kediaman Gus Dur pada Jumat (7/9) lalu. "Pak Jokowi kan' sudah berdialog dengan keluarga besar Gus Dur dan juga Gusdurian," ujar Hasto di Kantor Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Kebon Sirih, Jakarta Pusat kemarin.

Hasto berujar, Jokowi telah menyerap pemikiran-pemikiran Gus Dur dalam menjalankan roda pemerintahan. Jokowi memperhatikan masyarakat bawah.  "Itu sejalan dengan perjuangan almarhum Gus Dur," kata Hasto.

Hasto mengetahui, Yenny tengah didekati kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, ia menyatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Yenny Wahid soal sikap politiknya. "Nanti Mba Yenny yang akan menyampaikan sikapnya. Dan apa pun keputusan dari Mba Yenny, kami hormati itu," kata Hasto.

Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019.
Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. (KOMPAS)

Riza menegaskan kembali,  dukungan dari Yenny Wahid dan Gusdurian sangat berarti bagi pasangan Prabowo-Sandiaga. Dukungan tersebut dapat mebawa suara NU ke kubu Prabowo-Sandiaga. "Iya InyaAllah kehadiran mba Yenny kalau memang beliau berkenan kami sangat senang dan bersyukur akan memberi dampak yang positif," katanya.

Riza mengatakan untuk memenangkan Pilpres Prabowo-Sandiaga memerlukan dukungan banyak pihak, termasa Organisasi kemasyarakat yang berbasiskan Islam seperti Nahdatlul Ulama dan Muhammadiyah.

Sebelumnya Yenny Wahid menerima kedatangan bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Senin lalu (10/9/2018). Yenny mengaku diajak Sandiaga Uno untuk masuk dalam tim pemenangan Pilpres 2019.

Yenny Wahid melalui akun instragramnya, mengapresiasi silaturahim Presiden Jokowi dan calon wakil presiden Sandiaga Uno ke keluarganya beberapa waktu lalu. Dalam dua silaturahim tersebut, Yenny semakin yakin bahwa kedua pasangan calon yang akan berkontestasi di Pilpres 2019 tidak akan menggunakan isu SARA sebagai alat untuk mendulang suara.

"Satu hal yang membuat saya gembira, semua capres dan cawapres punya komitmen tidak menggunakan isu SARA dalam pilpres kali ini," ujar Yenny dikutip dari kompas.com.

Ia berharap komitmen ini juga diikuti dengan taat oleh para pendukung masing-masing pasangan calon. "Semoga para pendukungnya bisa mengikuti komitmen mereka. Kalau itu terjadi, siapa pun pemenangnya, Indonesia tetap juara," ujar Yenny.

 Secara khusus, Yenny mengomentari silaturahim Sandiaga. Ia mengatakan bersahabat sejak lama dengan Sandiaga. Kini, meskipun pilihan politiknya berbeda, Yenny menegaskan, tidak ada perubahan dalam hal persahabatan mereka.

"Peristiwa politik terjadi setiap lima tahun sekali, namun bagi kami, persahabatan layaknya bisa terjalin lebih lama lagi. Dan, itu hanya bisa tercapai ketika kita bisa menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai walaupun pilihan politik kita mungkin berbeda," ujar Yenny.

Sebelumnya, Yenny Wahid juga pernah dipinang oleh Prabowo Subianto untuk ikut dalam pertarungan pilgub Jatim beberapa waktu lalu. Namun, Yenny kemudian menolak pinangan untuk maju sebagai salah satu kandidat calon gubernur Jawa Timur. (tribun network/fik/den/yat/kcm)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved