Sendratasik Yubileum 150 Tahun Kembalinya Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Manado Spektakuler

Sendratasik dalam rangka Yubileum 150 tahun Gereja Katolik kembali, tumbuh dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado, berlangsung spektakuler

Sendratasik Yubileum 150 Tahun Kembalinya Gereja Katolik di Wilayah Keuskupan Manado Spektakuler
Tribun manado / David Manewus
Uskup Manado Menari Gerak dan Lagu Mars Yubileum dengan Pengisi Acara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) dalam rangka Yubileum 150 tahun Gereja Katolik kembali, tumbuh dan berkembang di wilayah Keuskupan Manado, berlangsung spektakuler di Ampiteater Imanuel Catholic Youth Center, Rabu (12/9/2018).

Sendratasik menampilkan sejarah 150 tahun tersebut.

Dimulai dengan cerita Daniel Mandagi dalam bentuk bayang di sebuah kain raksasa.

Dilanjutkan kedatangan Van De Vries dengan perahu besar di samping "ombak buatan" dari kain yang digerakkan dari bawah.
Cerita itu kelihatan hidup dengan tata lampu.

Juga melibatkan ratusan penari. Cerita bergerak cepat dengan koreografi-koreografi. Terutama cerita para uskup.

Itu ditutup dengan penampilan Uskup Rolly. Ia menyanyikan lagu "Ave Maria".

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengatakan, kegiatan dibuka dengan pertemuan raya Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami), Minggu (9/9/2018).

Malam harinya dilanjutkan dengan konser musik klasik.
"Lagu Gregorius yang sudah dikembangkan Santo Gregorius dari tahun 500-an. Itu masih terpelihara," katanya.

Ia mengatakan, pada Senin (10/9/2018) dilanjutkan dengan konser musik tradisional. Itu katanya mengajak kita untuk mengintegrasikan iman dengan budaya.

"Kemarin lomba koor. Tapi menurut para ahli itu konser ketiga," katanya.

Baca: Pertemuan Raya Sekami dalam Rangka Yubelium Berlangsung Meriah

Ia mengatakan, kegiatan itu menampilkan koor-koor yang ada di keuskupan kita.

Jika semua hadir itu menjadi konser yang luar biasa dan menjadi khasanah keuskupan.

Ia mengatakan sendratasik dengan judul "menjadi saksi dan terang" menggambil bentuk lain. Itu menceritakan pengalaman iman yang begitu indah.

"Masih ada acara puncak pada tanggal 14 September dengan misa. Dengan penjemputan salib yang diarak 25 tahun lalu," katanya.

Ketua umum panitia, Pastor Dammy Pongoh mengucapkan terima kasih kepada Frater diosis Manado, frater MSC, frater CMM, Deo Cantate Ansamble Choir, Pastor Rhein Saneba, mbak Ati, dan Yan Tehatoe.

Ia mengatakan tanggal 14 September ada misa sebagai pusat dan puncak perayaan.

"Datang cepat. Yang datang dari Kevikepan Tombulu dan Tondano parkir mobil di solastikat MSC," ujarnya.

Penulis: David_Manewus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved