Satgas Hentikan 10 Entitas Tak Berizin: Saatnya Beli Saham Murah

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi

Satgas Hentikan 10 Entitas Tak Berizin: Saatnya Beli Saham Murah
kontan
Pantau saham 

Pasar Turun, Saatnya Beli Saham Murah

Pemodal asing mengakumulasi penjualan bersih alias net sell sebesar Rp 2,86 triliun sepekan lalu. Ini seirama dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 2,77%.

Kondisi ekonomi yang kurang stabil disinyalir jadi penyebab asing menarik sebagian dana di pasar emerging market, seperti Indonesia. Apalagi, rupiah terdepresiasi hingga menyentuh Rp 15.000 per dollar AS dan defisit neraca perdagangan melebar.

Sejumlah fund manager kelas kakap, seperti Aberdeen Standard Investments dan Morgan Stanley, bahkan menyarankan investor menahan diri masuk pasar Indonesia.

Analis Morgan Stanley Sean Gardiner menulis, ada risiko pelemahan kurs rupiah mempengaruhi aktivitas korporasi. Direktur Investasi Aberdeen menyarankan investor wait and see hingga pemerintah menunjukkan pendekatan yang tepat untuk menstabilkan mata uang.

William Hartanto, analis Panin Sekuritas mengatakan, asing memang tampkan mengamankan dananya. Jual bersih asing sejak awal tahun ini mencapai Rp 52,64 triliun.

Tapi, dia menyebut, investor sebaiknya tidak tergiring saran fund manager asing. "Sebab, masing-masing punya pandangan sendiri.

Investor masih bisa main aman dengan tidak terlalu agresif. Ini justru momen bagus untuk beli saham-saham murah," kata William, akhir pekan lalu.

Defisit neraca dagang, menurut William, masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menekan impor dan meningkatkan ekspor.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, mengakui, defisit transaksi berjalan menjadi salah satu sentimen negatif bagi pasar saham dalam negeri.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help