Rights Issue GEMS Menunggu Pasar Tenang: Kosmetik Impor Terpoles

Walau telah merampungkan sejumlah aksi korporasi di tahun ini, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) masih betah dengan status

Rights Issue GEMS Menunggu Pasar Tenang: Kosmetik Impor Terpoles
TechRasa
Kosmetik 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Walau telah merampungkan sejumlah aksi korporasi di tahun ini, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) masih betah dengan status penghentian sementara perdagangan saham alias suspensi. Sampai saat ini, perusahaan tambang batubara ini belum memberi sinyal akan menggelar rights issue dalam waktu dekat ini.

"Rights issue belum dibicarakan lagi," ujar Presiden Direktur GEMS Bonifasius kepada KONTAN belum lama ini. Namun, rencana menggelar rights issue tetap jadi prioritas GEMS selanjutnya.

Sekadar mengingatkan, perusahaan ini masih harus memenuhi aturan jumlah saham beredar di masyarakat atawa free float minimal 7,5% lewat gelaran rights issue. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), free float GEMS saat ini cuma 3%.

Karena belum memenuhi hal tersebut, saham GEMS terkena suspensi sejak awal tahun ini. Sebelum dihentikan perdagangan sahamnya, saham GEMS bertengger di harga Rp 2.550 per saham.

Namun, kondisi pasar yang masih volatil membuat perusahaan ini memilih menunda rencana rights issue. "Tidak kami batalkan, hanya menunggu waktu yang tepat saja," lanjut Bonifasius.

Sebenarnya, GEMS memiliki waktu setidaknya dua tahun sejak awal penghentian perdagangan saham untuk menggelar aksi korporasi tersebut. Jika hingga tenggat waktu tersebut suspensi belum dibuka, saham GEMS bakal dihapus secara paksa dari papan perdagangan atau forced delisting.

Kewajiban emiten untuk memenuhi aturan free float juga sejatinya sudah berakhir pada 2016 lalu. Hanya saja, BEI tak lantas melakukan forced delisting bagi emiten yang belum mampu memenuhi aturan tersebut.

Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya, kondisi harga dan pasar. Yang penting, emiten yang belum memenuhi free float memiliki itikad baik memenuhi aturan tersebut.

GEMS sendiri sudah menyatakan komitmen untuk tetap menjadi perusahaan terbuka. Terlebih lagi, sembari menanti waktu yang tepat untuk menggelar rights issue, GEMS melakukan ekspansi anorganik.

Tercatat, anak usaha Grup Sinarmas ini baru menyelesaikan pengambilalihan saham empat entitas usaha perusahaan asal India, GMR Infrastructure Ltd.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved