Reza Gemetar Lihat Ayah Aniaya Ibu: Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

Sulawesi Utara masih rawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Masih hangat dalam ingat kita, kisah tragis Daud Solambela (7),

Reza Gemetar Lihat Ayah Aniaya Ibu: Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri
tribun manado/infografis:alex taroreh
Kronologi kasus suami habisi istri di Desa Ayong, Bolmong. 

Tahapan kedua terjadinya bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Bentuknya bisa beberapa jenis seperti fisik (pemukulan, penganiayaan, pembunuhan), verbal (cekcok, mengejek, menyindir, berdebat, dan lain), psikis (tersinggung, sensitif, merasa difitnah, dan merasa dituduh), serta seksual (dipaksa berhubungan dengan cara tidak wajar atau tidak disukai dengan orang lain seperti untuk tujuan komersial).

Tahapan ketiga adalah rekonsiliasi. Pelaku meminta maaf kepada korban dan korban selalu memaafkan. Tahapan keempat, yakni bulan madu. Tahap ini terjadi ketika peristiwa KDRT 'dilupakan' oleh suami-istri. Namun tahap ini akan kembali terulang dari tahap satu karena tidak ada penyelesaian yang solutif dan efektif.

Kondisi psikis yang dialami oleh suami kepada istri dan sebaliknya ketika mengalami "lingkaran setan" KDRT ini adalah frustrasi, kondisi kecewa akibat terhalang dalam pencapaian tujuan.

Frustrasi yang tidak dapat diatasi ini akan mengarah kepada depresi (kondisi medis yang berdampak negatif terhadap pikiran, perasaan dan perilakunya). Depresi yang tidak dapat diatasi pun juga menyebabkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan (schizoprenia) dan kematian akibat bunuh diri atau suicide.

Terkait kasus di atas, frustrasi yang dialami suami menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu, tidak dapat berpikir rasional, emosi yang labil sehingga pengambilan keputusan pun yang dipilih adalah solusi tercepat dan tidak menggunakan logika, yaitu membunuh.

Flarty Frika Tuda
Flarty Frika Tuda (Istimewa)

Kontrol Emosi

Sisi sosial manusia tak boleh terabaikan. Kita akan dicap kurang pergualan atau kuper.Bakal ketinggalan up date banyak informasi.

Kasus di Bolmong bagi Flarty Frika Tuda finalis Nyong Noni Sulut utusan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ini tak lebih dari lepas kontrol.

"Sebagai manusia tentunya ketika marah kepada orang serasa ingin sekali orang itu merasakan apa yang saya alami disebabkan oleh satu dan lain hal sampai muncul atau timbul amarah," tutur Flarty, sapaannya, Selasa (11/9/2018).

Mahasiswa fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado berusaha belajar ketika marah dan benci seluruh pikiran dipenuhi oleh aura negatif. Tidak mampu berfikir positif. Sehingga yang Flarty lakukan yaitu menciptakan suasana yang beda.

"Saya memilih diam untuk menghindari konflik dan berfikir hal sebaliknya bagaimana ketika ada orang yang membenci kita. Kemudian menenangkan pikiran agar aura positif masuk kedalam pikiran kita, tetap tenang dan tidak mengijinkan emosi yang mengontrol kita tapi sebaliknya kita yang mengontrol emosi kita," kata Putri Mitra 2017 ini.

Foto kolase korban dan tersangka (kiri), Kapolsek Sang Tombolang AKP Rusdin Zima (kanan)
Foto kolase korban dan tersangka (kiri), Kapolsek Sang Tombolang AKP Rusdin Zima (kanan) (FACEBOOK/TRIBUNMANADO.CO.ID/MAICKEL KARUNDENG)

Kapolsek: Untung Warga Kasi Informasi

Kasus pembunuhan di Desa Ayong, Sangtombolang menyisahkan cerita bagi aparat.
Tersangka Hamdi Derek tertangkap oleh Buru Sergar Polsek Sang Tombolang, Selasa (11/9)
sekitar pukul 11.30.

Kapolsek Sangtombolang, AKP Rusdin Zima mengatakan, tersangka Hamdi sudah berhasil diamankan petugas. "Saat ini tersangka sudah berhasil diamankan dan diserahkan ke Polres Bolmong untuk diproses sesuai hukum," ujar Kapolsek Zima.

Menurut Kapolsek, tersangka mencoba mengelabui petugas. "Usai kejadian pukul 02.00 lebih, saya dapat nomor telepon tersangka dan melakukan komunikasi dengannya agar segera menyerahkan diri kepada petugas," katanya.

Setelah berkomunikasi dengan tersangka HD, ia bersedia menyerahkan diri dan bertemu dengan petugas di dekat jembatan Desa Buntalo.

Kapolsek Zima bersama beberapa anggota langsung bergerak menuju lokasi penjemputan tersangka. Namun saat tiba di lokasi sekitar pukul 04.30, HD tidak ada dan telepon genggamnya tidak aktif.

Karena tidak mau kehilangan tersangka, Kapolsek bersama anggota terus melakukan pencarian di seputaran lokasi dimana tempat janjian dengan HD sampai pukul 09.00. Tapi HD tak juga menyerahkan diri dan berusaha kabur.

Saat hendak kabur, HD mencoba menumpang sebuah kendaraan ke arah Manado. Tapi karena kasus ini telah terpublikasi dan semua warga sudah tahu, maka diteruskan informasi tersebut kepada petugas kepolisian.

Akhirnya petugas Polsek Lolak dan Polsek Sangtombolang menuju lokasi yang tak jauh dari lokasi penjemputan awal yang tersangka informasikan.

Petugas berhasil menangkap HD bersama sebilah parang yang digunakan saat menganiaya korban. Guna menghindari hal-hal yang, tersangka langsung diamankan ke Polres Bolmong.  (kel/dik/crz/nie)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved