Media Asing Bongkar Konspirasi Kejahatan Uang Besar di Pemerintahan Era SBY

Artikel tersebut ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, sebuah media Asia yang berbasis di Hongkong.

Media Asing Bongkar Konspirasi Kejahatan Uang Besar di Pemerintahan Era SBY
YOUTUBE
Disebut Beralih ke Prabowo Tanpa Izin, Begini Kata SBY 

Sumber Asia Sentinel mengungkap adanya penyelidikan KPK terhadap LPS dan Kartika.

Namun, artikel itu meragukan keberanian KPK untuk menyelidiki SBY.

Namun, Boediono, wakil presiden pendamping SBY pada kurun waktu 2009-2014 itu merupakan gubernur Bank Indonesia saat kasus Century mengemuka.

Dalam kasus yang saat ini diajukan oleh Weston di Port-Louis, pihak berwenang Indonesia bersikeras bahwa pengadilan-pengadilan Mauritius tidak memiliki yurisdiksi atas masalah ini.

Weston telah mengajukan keberatan yang menyatakan Mahkamah Agung Mauritius memiliki wewenang dan Pengadilan Tinggi Singapura dikatakan mendekati putusan hukum.

Sumber tersebut juga mengatakan pejabat AS sekarang mulai melihat transaksi Indonesia, terutama yang melewati Standard Chartered Bank (Singapura), Wells Fargo (NY), United Overseas Bank (Singapore) dan cabang Siprus FBME, bank Tanzania terkenal yang ditutup oleh Financial Crimes Enforcement Network, atau FinCEN, unit Departemen Keuangan pada tahun 2014.

Bahkan, 488 halaman dalam laporan bukti yang dibeberkan Asia Sentinel menjabarkan penipuan berkali-kali lebih besar daripada yang pernah dijelaskan sebelumnya.

Menurut laporan itu, rekayasa itu sudah dimulai sejak awal pemerintahan SBY pada 2004 dengan pembentukan Bank Century sebagai merger Bank Pikko, Bank Danpac dan Bank CIC.

Selanjutnya, Bank Century menjadi gudang penyimpanan jutaan dolar uang yang dikendalikan SBY dan Partai Demokrat.

Sebagaimana pemberitaan Asia Sentinel, sebuah kelompok gabungan 30 pejabat di pemerintah Indonesia telah bekerja sama selama 15 tahun untuk mencuri, melakukan pencucian uang dan menyembunyikannya hingga mencapai lebih dari USD 6 miliar.

Kejahatan itu dilakukan atas dasar perintah Presiden SBY dan Boediono.

Pada 2008 atau saat krisis finansial melanda berbagai negara, Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang kala itu beranggotakan Boediono selaku gubernur BI menetapkan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Selanjutnya ada suntikan dana untuk fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) BI sebesar Rp 689 miliar untuk Bank Century.

Tapi angkanya membengkak hingga total mencapai Rp 6,7 triliun.

Kucuran dana selanjutnya melalui skema penyertaan modal sementara (PMS) dari LPS.

Artikel menyebutkan Bank Indonesia dan LPS diduga bertindak sebagai “penyamar dan rekan konspirator” sejak tahun 2003 yang beroperasi sebagai kelompok penjahat terorganisasi sempurna. (TribunWow.com/Ekarista R.P)

Baca artikel asli Asia Sentinel di sini

Editor: Valdy Suak
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved