Kasus Rumah Pak Eko Tak Punya Akses Jalan: Komunikasi Buntu, Kehidupan Bertetangga pun Runyam

Sebuah rumah di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, menjadi pembicaraan hangat.

Kasus Rumah Pak Eko Tak Punya Akses Jalan: Komunikasi Buntu, Kehidupan Bertetangga pun Runyam
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Rumah Pak Eko yang terkepung 

Kehidupan bertetangga sebenarnya tidaklah mengalami pergeseran makna. Hanya saja terdapat perbedaan orientasi di tiap-tiap individu.

“Sekarang ini sudah banyak orang orientasinya bukan lagi di tempat di mana dia tinggal, tapi ada orientasi kelompok acuan yang berbeda-beda,” Jelas Lidya Triana, dosen di Jurusan Sosiologi FISIP UI.

Artinya pilihan untuk bisa beraktivitas dengan lingkungan terbuka di mana saja.

Termasuk di kantor, lingkungan keluarga besar, atau di tempat lainnya bersama komunitas-komunitas yang seseorang pilih.

Bisa jadi kehidupan mereka di sana jauh lebih guyub dibandingkan dengan kehidupan bertentaggannya.

Makanya, jangan heran bila ada tetangga yang interaksinya amat minim di lingkungannya.

Celakanya, bila hal ini berlangsung bekerpanjangan tentu akan menimbulkan masalah. Bisa jadi, dampaknya sebenarnya telah terasa.

“Ketika ikatan-ikatan ketetanggan itu menjadi longgar, kontrol sosial kita terhadap lingkungan menjadi lemah,” jelas Lidya.

Nah, inilah yang kerap membuat hubungan dengan tetangga menjadi renggang. Tak hanya itu, ini pula yang membuat seseorang tak mengetahui hal-hal yang terjadi dilingkungannya. Misalnya, KDRT atau musibah yang sedang dialami tetangganya.

Kabar baiknya, masalah ini masih bisa diatasi. Jika kontrol sosial telah melemah, ada pengikat yang dapat memperkuatnya.

Halaman
1234
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help