Kasus Pembunuhan Kaki Dian Minut Terungkap

"Karena saksi Yulianti sering mengintip, tersangka dan korban berpindah ke gubuk yang agak jauh, dan saat itu hape korban berbunyi,"

Kasus Pembunuhan Kaki Dian Minut Terungkap

Alfaris mengatakan saat hape korban diangkat terdengar seorang lelaki yang mengatakan kata "sayang".

Itu didengar tersangka dan membuatnya sakit hati.

Tersangka lalu merampas hape korban dan terjadi pertengkaran.

Saat Julianti dan Adlin datang, tersangka mengembalikan hape kepada korban dan korban memberikannya kepada Yulianti.

Yulianti mengajak mereka pulang dengan berpasangan di sepeda motor.

Tersangka dan korban 15 meter lebih dahulu di depan teman tersangka dan korban.

Korban tiba-tiba ingin turun dari sepeda motor karena rem dianggap tidak berfungsi dan cahaya redup, mereka cekcok karena itu.

"Tersangka tidak menghiraukan dan pada akhirnya tidak dapat mengendalikan laju sepeda motor sehingga keluar dari jalur dari jalan raya dan jatuh ke tebing. Tersangka dan korban terpisah juga karena suasana gelap," kata Alfaris.

Tersangka lalu mencari korban merayap dan meraba-raba.

Setelah menemukan korban yang sudah tidak berdaya, tersangka mendekatkan telinga ke hidung korban untuk memastikan korban masih hidup dan ternyata korban masih bernafas.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help