Inilah Cara Korsel Membangun Keindahan Sungai Cheonggyecheon yang Dikagumi Dunia

Dalam lawatannya ke Seoul, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri berkunjung ke Sungai Cheonggyecheon

Inilah Cara Korsel Membangun Keindahan Sungai Cheonggyecheon yang Dikagumi Dunia
(KOMPAS.com/Devina Halim/Dok: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo saat menyusuri Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018). 

Air sungai dimanfaatkan untuk sistem pengairan pada masa itu.

Pada awal abad ke-20, Kota Seoul berkembang dan pembangunan terjadi berlangsung di segala hal. Namun pembangunan ini juga menyebabkan rusaknya ekosistem Sungai Cheonggyecheon.

Pinggiran sungai berubah menjadi perkampungan kumuh. Aliran sungai bahkan dimanfaatkan warga setempat sebagai tempat pembuangan akhir.

Hal ini membuat Sungai Cheonggyecheon semakin tercemar. Air yang mengalir mengeluarkan bau tak sedap.

Baca: (VIDEO) Sandi Sebut Pemprov Harus Rogoh Kocek Untuk Normalisasi Ciliwung

"Kemudian untuk menutupnya, dibangunlah jalan bebas hambatan di atasnya pada 1950-an," ujar Kee Yeon Hwang, salah satu inisiator proyek pembangunan Sungai Cheonggyecheon, seperti dikutip dari Grist.org.

Pada 1976 pemerintah setempat kembali membangun jalan layang 4 lajur tepat di atas aliran sungai. Hwang mengatakan, jalan ini merupakan simbol keberhasilan industrialisasi dan modernisasi Korea.

Namun pembangunan jalan ini malah memberikan masalah baru bagi penduduk kota. masalah klasik perkotaan seperti polusi, panas, dan kekurangan lahan hijau melanda warga Seoul.

Pembangunan kembali

Menurut laporan European Centre for River Restoration, Sungai Cheonggyecheon mengalami degradasi parah. Kualitas perairannya sangat buruk.
Pada Juli 2003, atas beberapa saran, wali kota Seoul Lee Myung-bak, kemudian memiliki inisiatif untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus menambah ruang pubilk.

Pemerintah kemudian membentuk Badan Pemulihan Sungai Cheonggyecheon yang berfokus pada riset, pengembangan, dan perencanaan. Badan ini juga bertugas untuk memberi edukasi serta pengertian kepada masyarakat.

Halaman
1234
Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help