Ilmuwan Ungkap Penyebab Tsunami Tertinggi Keempat Abad Ini

Tiga tahun yang lalu (17/10/2015), pernah terjadi tsunami yang sangat langka dan ekstrem di Icy Bay, Alaska.

Ilmuwan Ungkap Penyebab Tsunami Tertinggi Keempat Abad Ini
Kemunduran gletser Columbia, Alaska, Amerika Serikat, sebanyak 6,5 kilometer dari tahun 2009 ke 2015 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga tahun yang lalu (17/10/2015), pernah terjadi tsunami yang sangat langka dan ekstrem di Icy Bay, Alaska.

Secara umum, tsunami ini terjadi akibat dari longsornya 180 juta ton batu dari gletser Tyndall yang kemudian jatuh di teluk Taan, Icy Bay, Alaska dan menyebabkan gelombang setinggi kira-kira 182 meter.

Bencana ini merupakan tsunami tertinggi keempat yang pernah tercatat dalam abad ini.

Sumber bencana yang terkait dengan mencairnya gletser menunjukkan bahwa peristiwa ini mungkin memiliki hubungan dengan iklim yang memanas. Sebuah studi terbaru bahkan secara gamblang menyebutnya "bahaya yang disebabkan oleh perubahan iklim".

Baca: Saat Zaman Edwardian, 8 Wanita Ini Dianggap sebagai Standar Kecantikan

"Tanah longsor seperti ini kemungkinan akan terjadi lagi jika gunung gletser terus menyusut dan permafrost mencair," kata ahli geologi, Bretwood Higman dari Ground Truth Trekking, dalam laporannya di Nature Scientific Reports.

Batu yang longsor dari gletser Tyndall turun dengan kecepatan 96,5 kilometer per jam, disambut dengan kondisi teluk Taan yang terbatas, menyebabkan lahirnya gelombang raksasa selama 60 detik.

Dan Shugar, ahli bumi dari University of Washington, juga mengibaratkan peristiwa ini seperti menjatuhkan bola bowling ke dalam bak mandi.

“Air bisa berangkat ke setiap sisi bak mandi. Tapi ketika menyentuh sisi bak mandi, air tidak bisa pergi lagi. Jadi satu-satunya cara adalah menaiki ke sisinya," jelas Shugar seperti yang dikutip dari Science Alert Kami (07/09/2018).

Menurut Shugar, teluk Taan sendiri merupakan hasil dari perubahan iklim yang terjadi.

Baca: Ini 6 Fakta CekRekening.id, Situs untuk Cegah Penipuan Online

“40 tahun yang lalu, teluk Taan tidak ada sama sekali. Daerah tersebut diisi dengan es," ujar Shugar.

Ia menambahkan adanya fenomena lain yang tampak akibat dari perubahan iklim, yaitu pada gletser Tyndall yang menurutnya sudah mengalami pencairan sejak tahun 1961 hingga 1991 sebanyak 16 kilometer.  

Untuk meninjau seberapa serius peristiwa ini, tim penliti mengumpulkan data dari lokasi tsunami 2015 dengan menggunakan jejak yang ditinggalkan, seperti fragmen kayu, tanah dan bebatuan, dan menjelajahi jejak vegetasi yang ada.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Namun, Shugar mengkhawatirkan berulang kembalinya perisitiwa ini di masa depan akan memakan korban. Ia mencontohkan dengan tsunami serupa yang terjadi di Greenland dan menewaskan empat orang warga sekitar.

"Beberapa tanah longsor yang sangat besar telah terjadi di daerah yang mengalami degenerasi cepat di seluruh dunia, dan memicu gelombang tsunami besar ketika mereka mencapai teluk atau fjord," ungkap Martin Luthi, ahli geografi dari the University of Zurich, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Tsunami dan longsoran bukanlah satu-satunya bahaya yang disebabkan oleh mencairnya gletser akibat perubahan iklim. Gunung gletser yang mencair juga dapat menciptakan sebuah danau, dan ketika danau ini meluap, akan terus mengalir ke bawah lereng gunung.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved