Gesekan Kartu Kredit Masih Melaju, Transaksi e-commerce dukung pertumbuhan transaksi

Saat daya beli menurun, gesekan kartu kredit masih menjadi andalan masyarakat memenuhi konsumsi mereka.

Gesekan Kartu Kredit Masih Melaju, Transaksi e-commerce dukung pertumbuhan transaksi
Warta Kota/Adhy Kelana
kartu kredit titanium 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Saat daya beli menurun, gesekan kartu kredit masih menjadi andalan masyarakat memenuhi konsumsi mereka. Bank pemain kartu kredit mencatat pertumbuhan di atas pasar pada kuartal kedua 2018 ini.

Ambil contoh Bank Central Asia (BCA). Nilai transaksi kartu kredit hingga Agustus 2018 mencapai Rp 45 triliun atau tumbuh sekitar 13 persen secara year on year (yoy). Masih sama dengan periode sebelumnya, kinerja kartu kredit didominasi oleh sektor ritel, fesyen, groceries, dan pariwisata.

Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra mengatakan, pihaknya hingga kini tidak menaikkan suku bunga kartu kredit, masih tetap 2,25 persen. "Sehingga masih belum ada dampak pada transaksi kartu kredit," ujar Jan, Senin (9/9).

Pemimpin Divisi Bisnis Kartu Kredit Bank BNI Okki Rushartomo juga mengatakan, kinerja kartu kredit masih on the track hingga kini. Okki hanya bersedia menyebut data transaksi per Juni 2018 yang tumbuh 9,9 persen. Untuk kinerja transaksi kartu kredit di paruh kedua tahun ini, Okki optimistis akan lebih baik dengan target pertumbuhan 15 persen hingga akhir tahun. "Lantaran akan ada banyak travel fair, promo e-commerce dan liburan Natal serta Tahun Baru akan turut meningkatkan transaksi konsumen," kata Okki.

Kontribusi kinerja kartu kredit BNI ditopang oleh transaksi e-commerce, travel, dan dining. Bunga kartu kredit BNI pun masih di level 2,25 persen. Ini sesuai regulasi yang membatasi maksimal suku bunga yg dapat dibebankan ke nasabah sehingga BNI tidak dapat menaikkan bunga kartu kredit.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan juga mengatakan, pertumbuhan tertinggi berasal dari transaksi e-commerce. Sedangkan berdasarkan nilai transaksi kinerja kartu kredit ditopang oleh transaksi retail groceries dan juga travel related, seiring dengan banyaknya travel fair.

Menurut Lani, secara tahunan volume transaksi kartu kredit masih tumbuh 10 persen. Jumlah kartu kredit juga tetap tumbuh 10 persen dan nominal. tumbuh 5 persen. "Melihat pertumbuhan yang ada, kami akan menjaga rasio pertumbuhan seperti saat ini," kata Lani.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat hingga Juli 2018 pertumbuhan volume transaksi kartu kredit mencapai 3,38 persen secara yoy menjadi 195,68 kali transaksi dari periode sama sebelumnya 189,28 kali. Sementara nominal transaksi pada Juli 2018 sebesar Rp 178,22 triliun. Pada periode yang sama di tahun lalu nominal kartu kredit hanya Rp 170,9 triliun atau bertumbuh sebesar 4,28 persen. (ktn/Maizal Walfajri)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help