Fakta-fakta Suami Tikam Istri di Bolmong, Anak Lihat Ibunya Disiram hingga Dugaan Motif Pembunuhan

Hamdi Derek (43) tega Desa Ayong, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow membunuh sang istri, Sunarti Mamonto (35),

Fakta-fakta Suami Tikam Istri di Bolmong, Anak Lihat Ibunya Disiram hingga Dugaan Motif Pembunuhan
KOLASE TRIBUNMANADO/ISTIMEWA
Tersangka Hamdi, Hamdi dan Istrinya dan Mayat Korban 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa kembali terjadi di Sulawesi Utara. Ironisnya, pelaku adalah orang terdekat korban. 

Hamdi Derek (43) tega Desa Ayong, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow membunuh sang istri, Sunarti Mamonto (35), pada Rabu (11/9/2018) pukul 02.00 Wita.

Motif sementara peristiwa itu diduga Hamdi cemburu terhadap wanita yang dinikahinya itu.

Anak Lihat Ibunya disiram

Menurut Afgan Sareja Derek (9), anak angkat pasangan nahas ini, dia bersama ibu dan ayah tidur di kamar belakang, pukul 01.00 Wita.

Tak berselang lama, Afgan tiba-tiba terbangun karena badannya tertindih oleh sang ibu.

Baca: Kelabui Polisi Lalu Lari ke Manado, Tersangka Penikam Istrinya di Bolmong Akhirnya Tertangkap

Ia melihat ayah memukul ibu dengan kedua tangan secara membabi buta.

Ayah mengambil cairan kimia dan disiramkan ke arah Ati, sapaan akrab sang ibu.

Afgan merasa takut sehingga keluar melalui pintu belakang (dapur) berlari ke arah rumah kakek untuk meminta pertolongan.

Ati Mamonto (35) warga Ayong <a href='http://manado.tribunnews.com/tag/bolmong' title='Bolmong'>Bolmong</a> tewas diduga ditikam <a href='http://manado.tribunnews.com/tag/suami' title='suami'>suami</a>nya

Suami Ketiga Korban

Informasi yang diperoleh, Hamdi adalah suami ketiga dari Ati. Mereka belum dikeruniai anak.

Hamdi dan Ati mengandopsi anak angkat, Reza. Namun Ati sudah memiliki empat anak hasil dari dua kali pernikahan sebelumnya.

Keempat anak Ati tersebut tinggal berasama kakek, Rajab Mamonto (58), ayah Ati.

Menurut keterangan saksi, Sudio Halim (42), saat itu, ia sedang tidur di rumah pukul 01.30.

Ia terbangun mendengar suara teriakan.

Ia keluar dari rumah dan melihat di rumah keluarga Derek-Mamonto berkumpul sekitar lima orang.

Ia melihat Sunarti tergeletak serta berlumuran darah di depan pintu rumah.

Baca: Kronologi Suami Tikam Istri hingga Tewas di Bolmong, Anak Korban Lihat Ibunya Disiram Cairan

Hamdi Derek, tersangkah pembunuh istri di Desa Ayong diperiksa penyidik Polres Bolmong, Selasa (11/9/2018).
Hamdi Derek, tersangkah pembunuh istri di Desa Ayong diperiksa penyidik Polres Bolmong, Selasa (11/9/2018). (tribun manado)

Menurut Rajab Mamonto (58), ayah korban, ia sedang tidur, mendengar ada suara sang cucu, Reza, panggilan si kecil. "Tete.. tete...tete... dia papa dengan mama ada bakalae (kakek papa dan mama berkelahi)," ujar Rajab menirukan ucapan sang cucu.

Ia langsung bergegas menuju ke rumah anak. Saat tiba di rumah itu, Rajab mendapati lampu dimatikan. 

Ia memanggil nama korban sambil mencarinya ke dalam kamar. Anaknya tidak menyaut.

Ia menyalakan lampu dan mendapati korban tergeletak di depan pintu depan dalam kondisi berlumuran darah.

Sang ayah langsung berteriak minta tolong. Tak lama kemudian datang beberapa warga di sekitar rumah korban.

Mereka mencoba membantu, sayang nyawa ibu muda ini tak tertolong lagi.

Baca: Adu Mulut, Pria di Bolmong Ini Tega Tikam Istrinya hingga Tewas, Pelaku Masih Buron

Menurut keterangan Dokter Yurike Sunaryo, korban mengalami luka tusukan di perut kiri bawah mengena usus sepanjang 8 sentimeter.

Kemudian luka robek kepala kiri dan jari kanan. Penyebab korban meninggal karena mengalami pendarahan.

Jenazah korban sudah berada di rumah duka Desa Ayong. 

Keluarga Sunarti Mamonto berkumpul di rumah sang ayah, Rajab Mamonto di Desa Ayong, Sangtombolang, Bolmong, Selasa (11/9/2018).
Keluarga Sunarti Mamonto berkumpul di rumah sang ayah, Rajab Mamonto di Desa Ayong, Sangtombolang, Bolmong, Selasa (11/9/2018). (tribun manado)

Tak Pernah dengar Cek-Cok

Keluarga almarhum Sunarti Mamonto masih terpukul dan tak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Baca: Pengakuan Tersangka Pembunuh Pamannya di Malalayang, Gara-gara Disiram Air

Sementara beberapa anggota keluarga dan anak-anak korban masih berada dalam rumah ayah Ati, sapaan korban, yang berjarak kurang lebih 150 meter dari rumah korban.

Beberapa anggota keluarga bahkan anak korban masih terpukul dan enggan berkomentar karena sedih.

Rais Tangahu, paman korban mengatakan, tersangka bersama korban tidak pernah ada masalah keluarga.

"Kami keluarga tak pernah mendengar adanya masalah sampai berujung cek-cok. Ketika ada kejadian ini, kami keluarga kaget dan terpukul," ujarnya. Ia menambahkan, tapi secara kedalam terkait masalah keluarga hanya mereka berdua yang tahu.

Hamdi di kalangan warga dan tetangga dikenal baik. Tapi, dalam pergaulan atau bersosialisasi jarang sekali. Kebanyakan berada di rumah saja.

Baca: Warga Malalayang yang Tewas Ditikam Gara-gara Siram Air Ternyata Paman Tersangka

Polisi mengikat tangn tersangka penikam istri hingga tewas
Polisi mengikat tangn tersangka penikam istri hingga tewas (Istimewa)

Korban Perangkat Desa

Korban dikenal baik dan juga sebagai seorang perangkat Desa Ayong.

Keluarga meminta kepada pihak kepolisian agar menghukum seberat-beratnya terhadap tersangka.

Amatan di rumah tempat kejadian perkara terkunci rapat. Rumah beratap seng dan berdinding papan dengan warna cat biru sepi.

Sementara warga sekitar berkumpul untuk melihat keadaan rumah itu. Seorang warga Desa Ayong mengatakan, kaget dengan kejadian itu.

"Saya tahu tadi subuh bahwa telah terjadi pembunuhan. Baik korban dan tersangka saya kenal, tapi lebih banyak tahu dari korban sebab tersangka yang adalah suaminya banyak di luar atau sesekali bergaul," ungkapnya.

Baca: Gara-gara Hal Sepele Ini, Warga Malalayang Tewas Ditikam

Psikolog Sulut Orley Charity Sualang.
Psikolog Sulut Orley Charity Sualang. (Ist)

Rasa Frustasi hingga Membunuh

Psikolog, Orley Sualang mengatakan, kasus suami bunuh istri di Bolmong sebagai lingkaran setan.

Diawali dari kekerasan dalam rumah tangga yang terdiri bagi empat tahapan.

Terjadinya ketegangan penyebabnya adalah faktor kemiskinan atau ekonomi dan faktor miskomunikasi.

Tahapan kedua terjadinya bentuk kekerasan dalam rumah tangga.

Bentuknya bisa beberapa jenis seperti fisik (pemukulan, penganiayaan, pembunuhan), verbal (cekcok, mengejek, menyindir, berdebat, dan lain), psikis (tersinggung, sensitif, merasa difitnah, dan merasa dituduh), serta seksual (dipaksa berhubungan dengan cara tidak wajar atau tidak disukai dengan orang lain seperti untuk tujuan komersial).

Baca: Pernah Berbicara saat Tidur? Ini Penjelasan Medisnya

Tahapan ketiga adalah rekonsiliasi.

Pelaku meminta maaf kepada korban dan korban selalu memaafkan. Tahapan keempat, yakni bulan madu.

Tahap ini terjadi ketika peristiwa KDRT 'dilupakan' oleh suami-istri. Namun tahap ini akan kembali terulang dari tahap satu karena tidak ada penyelesaian yang solutif dan efektif.

Kondisi psikis yang dialami oleh suami kepada istri dan sebaliknya ketika mengalami "lingkaran setan" KDRT ini adalah frustrasi, kondisi kecewa akibat terhalang dalam pencapaian tujuan.

Frustrasi yang tidak dapat diatasi ini akan mengarah kepada depresi (kondisi medis yang berdampak negatif terhadap pikiran, perasaan dan perilakunya). Depresi yang tidak dapat diatasi pun juga menyebabkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan (schizoprenia) dan kematian akibat bunuh diri atau suicide.

Terkait kasus di atas, frustrasi yang dialami suami menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu, tidak dapat berpikir rasional, emosi yang labil sehingga pengambilan keputusan pun yang dipilih adalah solusi tercepat dan tidak menggunakan logika, yaitu membunuh.

Baca: Ini Foto-foto Cantiknya Tentara Wanita Israel yang Dilarang Berbaju Putih

Foto kolase korban dan tersangka (kiri), Kapolsek Sang Tombolang AKP Rusdin Zima (kanan)
Foto kolase korban dan tersangka (kiri), Kapolsek Sang Tombolang AKP Rusdin Zima (kanan) (FACEBOOK/TRIBUNMANADO.CO.ID/MAICKEL KARUNDENG)

Diduga Cemburu

Kapolsek Sangtombolang, AKP Rusdin Zima mengatakan, dugaan sementara motif pembunuhan ialah perselingkuhan.

"Dugaan sementara tersangka HD melakukan penganiayaan sampai meninggalnya korban yang juga istri karena ia menuduh korban berselingkuh," ucap Rusdin saat ditemui tribunmanado.co.id di Mapolsek Sangtombolang, Selasa (11/9/2018).

Penyidik masih mendalami motif lain dari kasus ini.

"Terkait informasi adanya penyiraman air keras oleh tersangka terhadap korban tidak ditemukan. Saat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) barang buktinya tidak ada," ungkapnya.

Kata Kapolsek, berdasarkan pemeriksaan petugas medis di Puskesmas Sangtombolang, korban meninggal akibat kehabisan darah.

"Akibat tikaman tersangka, perut korban mendapat 18 jahitan dan di bagian kepala terdapat luka bekas hantaman benda tumpul," ujarnya.

Baca: Cara Konyol Mantan Presiden China Memperlakukan PM Uni Soviet, Rapat Sambil Berenang

Terancam 15 Tahun Penjara

Kapolsek menambahkan, dari tangan tersangka diamankan satu unit ponsel, satu senjata tajam, dompet, kartu BPJS, dan pakaian.

Sementara barang yang diamankan petugas di lokasi antara lain satu buah batu, satu balok dan seprei ranjang.

Pelaku diancaman hukuman 15 tahun penjara sesuai KUHP pasal 338.

Kasubag Humas Polres Bolmong, AKP Syaiful Tammu menambahkan, tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk proses hukum lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka melakukan penganiayaan karena cemburu. 

"Sementara ada indikasi tersangka curiga dan cemburu kepada korban. Namun masih dikembangkan," ujar Syaiful.

Informasi lain menyebutkan, awalnya terjadi adu mulut antara pelaku dan korban.

Suami emosi langsung mengambil pisau dan menikam korban Ati, istrinya di bagian perut.

Akibat tikaman pelaku, korban langsung terjatuh. Selesai melakukan penikaman pelaku melarikan diri.

Korban kemudian dibantu masyarakat di bawa ke Puskesmas Sangtombolang tetapi tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.

Babinsa dan Babinkamtibmas Polsek Sangtombolang langsung ke lokasi.

Baca: 7 Foto Penampakan Misterius di Luar Angkasa yang Pernah Terekam NASA

Kronologi kasus suami habisi istri di Desa Ayong, Bolmong.
Kronologi kasus suami habisi istri di Desa Ayong, Bolmong. (tribun manado/infografis:alex taroreh)

Kelabui Polisi dan Hendak Lari

Kapolsek Sangtombolang, AKP Rusdin Zima mengatakan, tersangka Hamdi sudah berhasil diamankan petugas.

"Saat ini tersangka sudah berhasil diamankan dan diserahkan ke Polres Bolmong untuk diproses sesuai hukum," ujar Kapolsek Zima.

Menurut Kapolsek, tersangka mencoba mengelabui petugas.

"Usai kejadian pukul 02.00 lebih, saya dapat nomor telepon tersangka dan melakukan komunikasi dengannya agar segera menyerahkan diri kepada petugas," katanya.

Setelah berkomunikasi dengan tersangka HD, ia bersedia menyerahkan diri dan bertemu dengan petugas di dekat jembatan Desa Buntalo.

Baca: Cara Mudah Mempertahankan Fokus Pikiran

Kapolsek Zima bersama beberapa anggota langsung bergerak menuju lokasi penjemputan tersangka. Namun saat tiba di lokasi sekitar pukul 04.30, HD tidak ada dan telepon genggamnya tidak aktif.

Karena tidak mau kehilangan tersangka, Kapolsek bersama anggota terus melakukan pencarian di seputaran lokasi dimana tempat janjian dengan HD sampai pukul 09.00. Tapi HD tak juga menyerahkan diri dan berusaha kabur.

Saat hendak kabur, HD mencoba menumpang sebuah kendaraan ke arah Manado. Tapi karena kasus ini telah terpublikasi dan semua warga sudah tahu, maka diteruskan informasi tersebut kepada petugas kepolisian.

Akhirnya petugas Polsek Lolak dan Polsek Sangtombolang menuju lokasi yang tak jauh dari lokasi penjemputan awal yang tersangka informasikan.

Petugas berhasil menangkap HD bersama sebilah parang yang digunakan saat menganiaya korban. Guna menghindari hal-hal yang, tersangka langsung diamankan ke Polres Bolmong

Farida Mooduto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkab Bolmong mengutuk keras perbuatan pelaku.

Ia meminta petugas kepolisian untuk segera menangkap pelaku serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Sebagai sesama wanita tentunya sangat sedih dengan kejadian ini. Tak habis pikir kenapa seorang suami begitu tega membunuh istri sendiri," ungkapnya. DP3A Bolmong akan mengawal kasus ini sampai selesai. Ia berharap kejadian serupa tak terjadi lagi di Bolmong.

Sebelumnya, kisah tragis Daud Solambela (7), bocah Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa yang dihabisi ayah kandung Ventje Solambela pada pertengahan Agustus lalu.

Tak kalah miris cerita Tanwin Hungopa (29), Sabtu (1/9/2018). Ibu rumah tangga asal Desa Benjeita, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara harus dirawat lantaran wajahnya ditempelkan setrika oleh sang suami berinial HK (34).

Di Manado, OL alias Oknius warga di Kelurahan Air Terang tega membunuh pamannya sendiri Sonny hanya karena disiram air oleh korban pada Senin (12/9/2018).  (kel/dik/crz/nie)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help