Benarkah Ukuran Penis Memengaruhi Kesuburan Pria?

Entah benar atau tidak, pasti hampir semua laki-laki pasti pernah memikirkan ukuran penisnya.

Benarkah Ukuran Penis Memengaruhi Kesuburan Pria?
Tanawut Punketnakorn
Ilustrasi penis 

Penyebab pria tidak subur

Ukuran penis seorang pria memang tidak memengaruhi peluang kehamilan pasangannya. Nah, hal-hal berikut inilah yang menjadi faktor apakah seorang pria cukup subur untuk menghasilkan keturunan.

  • Kondisi kesehatan. Bila kamu punya penyakit tertentu seperti varikokel, tumor, testis tidak turun, gangguan hormon, infeksi, serta penyakit menular seksual, kamu mungkin jadi tidak subur.
  • Faktor lingkungan. Hati-hati dengan paparan zat kimia berbahaya atau logam berat (seperti timbal) di pabrik. Paparan tersebut bisa mengurangi jumlah sperma.
  • Suhu panas. Produksi dan kualitas sel sperma bisa menurun jika kamu sering kena suhu panas. Apalagi di area selangkangan dan testis.
  • Berat badan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa pria yang kelebihan atau kekurangan berat badan akan lebih sulit punya anak daripada orang yang berat badannya ideal.
  • Gaya hidup. Kebiasaan tidak sehat seperti merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, kebanyakan minum alkohol, dan kurang tidur bisa membuat pria jadi tidak subur.

Baca juga: 10 Hal yang Dapat Menurunkan Jumlah Sperma

Ada ukuran lain yang bisa memengaruhi peluang kehamilan istri

Menurut para ahli, sebenarnya bukan ukuran penis yang memengaruhi peluang pria untuk punya keturunan.

Ada tolak ukur lain yang bisa dijadikan acuan, yaitu jarak anogenital. Jarak anogenital diukur dari anus ke tempat skrotum menempel pada tubuh. Rata-rata pria memiliki jarak anogenital lima sentimeter.

Sebuah penelitian dari jurnal ilmiah Environmental Health Perspectives menguak bahwa semakin kecil jarak anogenital seorang pria, peluang kesuburannya jadi makin kecil. Sebaliknya, semakin jauh jaraknya berarti peluang kehamilan pasangannya lebih besar.

Penelitian tersebut mencatat bahwa jarak yang pendek menandakan jumlah sperma yang lebih sedikit. Inilah yang membuat peluang kehamilan pasangannya lebih kecil.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menguji keakuratan jarak anogenital sebagai tolak ukur kesuburan pria. Pasalnya, jarak anogenital setiap pria tentu berbeda-beda dan disebabkan oleh banyak faktor lainnya. Misalnya seberapa besar atau kecil badannya.

Karena itu, bila kamu dan pasangan sudah mengusahakan keturunan selama lebih dari setahun tetapi belum berhasil juga, sebaiknya segera hubungi dokter.

Baca juga: Yang Perlu Anda Ketahui Soal Ukuran Mr. P

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved